Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Juni 2023 | 19.12 WIB

Minat Investasi di Indonesia, Segini Bocoran Dana yang Disiapkan TikTok

CEO TikTok Shou Zi Chew saat melakukan lawatan di Indonesia dan menyatakan minatnta untuk berinvestasi di Tanah Air. - Image

CEO TikTok Shou Zi Chew saat melakukan lawatan di Indonesia dan menyatakan minatnta untuk berinvestasi di Tanah Air.

JawaPos.com - Indonesia kehadiran dua tokoh penting dalam bidang teknologi dalam dua hari belakangan. Pertama ada CEO OpenAI Sam Altman yang melakukan kunjungan kerja dan berbagi pandangan mengenai masa depan Artificial Intelligence (AI) di Jakarta.

Selanjutnya, ada CEO TikTok, platform media sosial yang tengah naik daun yakni Shou Zi Chew yang juga melakukan lawatan ke Tanah Air. Menariknya lagi, melalui acara bertajuk TikTok Southeast Asia Socio-Economic Impact Report, Shou Zi Chew memberikan kisi-kisi bahwa pihaknya berminat untuk berinvestasi di Indonesia.

TikTok mengumumkan investasi jutaan dolar untuk membantu lebih dari 120.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) beralih ke bisnis daring dan berpartisipasi di ekonomi digital. Bocoran investasi yang akan digelontorkan kabarnya akan senilai USD 12,2 juta atau berkisar Rp 180 miliar lebih.

Shou Zi Chew menjelaskan, investasim tersebut terdiri dari dana hibah tunai, pelatihan keterampilan digital dan kredit iklan untuk UMKM, termasuk bisnis mikro di wilayah pedesaan dan pinggiran Kota atau wilayah Sub-Urban.

Investasi ini didukung oleh peran kuat TikTok sebagai platform pendukung bisnis dan kreator. Menurut hasil laporan "Efek TikTok: Menumbuhkan Bisnis, Memajukan Edukasi, dan Memberdayakan Komunitas di Asia Tenggara", para UMKM yang disurvei mengalami peningkatan pendapatan hampir 50 persen melalui penjualan produk dan layanan di TikTok, dan empat dari lima bisnis (79 persen) memanfaatkan TikTok untuk beralih dari kanal pemasaran luring ke daring.

Selain itu, lebih dari 80 persen kreator TikTok yang disurvei mengklaim telah mengalami peningkatan pendapatan melalui beragam peluang, termasuk di antaranya TikTok LIVE dan kerja sama konten bermerek.

"Di Asia Tenggara, lebih dari 325 juta orang mengakses TikTok setiap bulannya dan 15 juta bisnis juga menjadi pengguna platform ini. Kami memiliki peran besar dalam memperluas berbagai peluang ekonomi, edukasi, dan pembangunan komunitas di wilayah ini dan di seluruh dunia," terang Shou Zi Chew.

Dia melanjutkan, dirinya sangat senang melihat dampak positif dari TikTok dan kami berkomitmen melanjutkan upaya kami dalam mendukung individu, komunitas, dan bisnis untuk terus tumbuh dan semakin maju.

Dalam waktu tiga tahun ke depan, program "Dukungan Lokal" bertujuan memberdayakan bisnis mikro dan kecil, khususnya di wilayah pedesaan, yang masih awam dengan pemasaran di media sosial.

Bekerja sama dengan lebih dari 25 institusi pemerintah dan organisasi nirlaba di seluruh Asia Tenggara, program ini akan membuka peluang bagi bisnis untuk menjangkau konsumen digital baru melalui dana hibah tunai, pelatihan keterampilan digital dan kredit iklan.

Selain itu, di Indonesia, TikTok akan bermitra dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Asosiasi Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW), Platform Usaha Sosial (PLUS), dan Telkom untuk meluncurkan TikTok Jalin Nusantara.

Inisiatif ini akan membangun konektivitas internet di pusat-pusat komunitas di sembilan desa di Nusa Tenggara Timur dan Sumatra Utara. Selain memperkuat infrastruktur digital lokal, TikTok Jalin Nusantara akan menyediakan program pelatihan di desa-desa tersebut, serta di lima pusat kreatif di destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif utama dan lima Telkom IndigoHubs.

Program ini akan memberikan pelatihan literasi digital dan finansial kepada komunitas, dan modul keterampilan digital esensial seperti pembuatan konten, E-Commerce, dan pemasaran digital, untuk mendukung mereka dalam berpartisipasi di ekonomi digital. Memperluas akses ke pendidikan dan pengembangan diri.

Selanjutnya, Shou Zi Chew juga menerangkan, menurut laporan ini, sembilan dari sepuluh (90 persen) responden yang menggunakan TikTok untuk belajar mengatakan bahwa mereka memperoleh keterampilan baru yang tidak mereka miliki sebelumnya, dan tiga dari lima (61 persen) responden yang disurvei percaya bahwa TikTok membuat pembelajaran digital lebih mudah diakses.

Untuk mendukung hal ini lebih lanjut, TikTok akan berkolaborasi dengan usaha sosial Kid Kid, Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, dan Bangkok Metropolitan Administration untuk meningkatkan kesadaran dan aksi lingkungan di kalangan generasi muda di Thailand.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore