Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Agustus 2019 | 03.03 WIB

Eka Jusuf Singka: Gerakan Minum Bersama untuk Cegah Dehidrasi

Kepala Pusat Kesehatan Haji dr Eka Jusuf Singka. (Ferlynda Putri/Jawa Pos) - Image

Kepala Pusat Kesehatan Haji dr Eka Jusuf Singka. (Ferlynda Putri/Jawa Pos)

KESEHATAN menjadi salah satu faktor suksesnya penyelenggaraan ibadah haji. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun berupaya agar layanan kesehatan pada jamaah haji tahun ini lebih baik. Kepala Pusat Kesehatan Haji dr Eka Jusuf Singka kemarin (2/8) menceritakan berbagai upaya Kemenkes untuk turut menyukseskan ibadah haji kepada wartawan Jawa Pos Ferlynda Putri.

---

Apakah ada inovasi dalam pelayanan haji tahun ini?

Inovasi baru, antara lain, membentuk gerakan minum air bersama. Itu merupakan langkah konkret untuk menghindari dehidrasi. Manfaat lainnya adalah mengatasi penyakit akibat tidak seimbangnya cairan dan metabolisme tubuh. Sampai saat ini, Kemenkes yang diwakili Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di kloter, tim promotif preventif, dan tim gerak cepat melakukan upaya pembinaan, pelayanan, serta perlindungan kesehatan kepada jamaah haji Indonesia.

Bagaimana dengan fasilitas kesehatan yang sudah disiapkan?

Fasilitas kesehatan ini dilengkapi unit gawat darurat (UGD), intensive care unit (ICU), dan ruang perawatan dengan daya tampung memadai. Kelebihannya, sudah dipisahkan antara ruang rawat inap laki-laki dan perempuan. Selain itu, tersedia ruang rawat inap psikiatri. Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah dilengkapi apotek, laboratorium, radiologi, fasilitas rujukan, dan tiga ambulans yang siaga 24 jam. Tersedia pula poliklinik umum dan poliklinik gigi.

Penyakit apa yang kerap diderita jamaah?

Penyakit terbanyak adalah kambuhnya penyakit jantung. Biasanya kambuh karena jamaah haji kelelahan. Saat kambuh, penyakitnya semakin berat. Sebagian tidak dapat ditolong. Sampai saat ini, dokter kloter memberikan pengobatan terhadap 119.988 kunjungan jamaah haji di kloter. Jumlah jamaah haji yang dirawat di KKHI Madinah sampai saat ini 416 orang. Yang dirujuk ke RS Arab Saudi di Madinah 140 jamaah. Sembilan belas jamaah masih dirawat. Untuk di Makkah, kami sudah merawat 366 jamaah. Sebanyak 266 orang sudah kembali baik dan sisanya masih dirawat.

Kalau melihat jumlah jamaah haji dan usianya, apakah yang mendapat perawatan kesehatan bakal lebih banyak?

Tahun ini, jumlahnya meningkat jadi 231.000 jamaah haji. Dengan usia lanjut yang juga lebih banyak. Tentu peluang menderita penyakit semakin besar, apalagi jika tidak didukung kesadaran atau perilaku jamaah yang positif terhadap kesehatan. Tantangan kami adalah membentuk perilaku sehat dari jamaah haji. Belum banyak jamaah yang menyadari pentingnya kesehatan dalam beribadah haji. Untuk itu, saya mohon semua pihak membantu agar jamaah haji lebih aware dengan kesehatannya. Sebab, jika tidak sehat, ibadahnya tidak bisa lancar.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore