
Wildani Hefni
LITERASI dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai kemampuan menulis dan membaca; kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan kecakapan hidup.
Kata literasi sering kali digabung dengan bentuk kata lain untuk menunjukkan kemampuan dalam bidang tertentu.
Misalnya, literasi baca tulis, literasi digital, literasi komputer, literasi sains, literasi internet, literasi finansial, dan sederet penggabungan kata lain. Literasi juga bisa digunakan dalam menunjukkan penggunaan huruf untuk merepresentasikan bunyi atau kata.
Dalam konteks ini, literasi dipahami sebagai padanan kata ”aksara”. Tidak heran, sebagian orang mengartikan International Literacy Day dengan sebutan Hari Aksara Internasional (HAI).
Kemampuan literasi menjadi pijakan dasar untuk melahirkan sumber manusia yang unggul dalam ranah sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Keterampilan literasi seharusnya tidak terbatas pada pelatihan-pelatihan singkat yang menggiring pemaknaan literasi (literacy) secara formal dan sempit sebagai kemampuan melek huruf. Jika pemaknaan ini yang diberlakukan, kemampuan literasi hanya akan terjebak pada permukaan dasar.
Mari kita perhatikan pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada 2017 saat disahkannya Undang-Undang Sistem Perbukuan. Menurut dia, Undang-Undang Perbukuan sangat penting karena berkelindan dengan upaya peningkatan literasi masyarakat.
Dalam konteks ini, kita dapat memahami pesan yang ingin disampaikan Muhadjir. Yakni, penekanan pada budaya membaca untuk menuju masyarakat yang unggul melalui tersedianya buku-buku berkualitas dan murah.
Bukan hanya itu, coba kita lihat Pedoman Pelaksanaan Gerakan Nasional Literasi Bangsa yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2016 dengan tagline ”Mari Menjadi Bangsa Pembaca”. Dalam buku pedoman ini, lagi-lagi ekosistem yang hendak dibangun adalah gerakan ”pembiasaan membaca”. Literasi dimaknai sempit sebatas kemampuan membaca dan menulis.
Dalam kongres para menteri pendidikan pada 1966 di Teheran, Iran, para delegasi telah mewanti-wanti bahwa peningkatan literasi tidak melulu pada pelatihan membaca dan menulis. Bagi mereka, kegiatan semacam ini terbukti tidak memiliki dampak yang luas.
Gagasan kongres waktu itu adalah pemberantasan buta huruf (eradication of illiteracy) dengan meningkatkan standar keilmuan. Yang mengarah pada pelatihan kerja, peningkatan produktivitas, serta partisipasi aktif dalam kehidupan sosial. Makna inilah yang sejatinya terkandung dalam kata ”literasi”.
Pengetahuan hidup yang dimaksud adalah nalar kritis dan rasional ilmiah. Contohnya, tidak mungkin seorang pembaca buku yang kritis terjebak dalam satu tarikan napas pemahaman.
Pembaca buku yang baik dengan modal literasi yang kuat akan cenderung kritis, rasional, dan penuh perhitungan. Hal ini hanya akan terjadi jika literasi dimaknai tidak sebatas formal dalam aspek kemampuan membaca dan menulis, melainkan sebagai kompetisi akademik yang diraih dalam konteks sosial dan budaya serta pengalaman kehidupan kebangsaan. (*)
*) Dosen IAIN Jember, mahasiswa di Australian National University, Canberra

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Argentina Mengajukan Permintaan Khusus kepada FIFA Sebelum Melawan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
