
SOELAEMAN SOEMAWINATA
SEJUMLAH hal harus diantisipasi seiring dengan rencana pemindahan ibu kota negara. Dari sisi properti dan lahan, salah satu yang harus dicermati adalah kemungkinan hadirnya para spekulan tanah. Meski dipastikan seluruh lahan akan dikelola pemerintah, risiko kehadiran spekulan tetap ada.
Namun, hal itu bisa diminimalkan sejak awal. Pemerintah diharapkan memberikan kebijakan-kebijakan yang mendukung supply dan demand. Sebab, kondisinya bergantung pada banyak hal. Mulai kondisi pasar, pengembang, hingga konsumen. Yang penting, pemerintah bisa mengontrol dan mengantisipasi adanya spekulan tanah.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari spekulan ialah membuat regulasi untuk pengaturan lahan dan kontrol harga tanah seperti land agreement. Kepastian lahan dan kontrol harga diperlukan agar pengembangan perumahan dan permukiman tidak terbebani dengan harga lahan. Dengan begitu, harga rumah yang dijual terjangkau oleh konsumen.
Konsumen tersebut juga bukan hanya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tetapi juga untuk rumah menengah sampai rumah besar. Semua elemen harus bisa diakomodasi. Apalagi, saat ada ASN yang pindah ke ibu kota baru, kebutuhan hunian itu bukan sebatas untuk MBR.
Antisipasi adanya spekulan tersebut nanti juga akan memengaruhi harga properti. Jika pemerintah sudah bisa melakukan langkah antisipasi, tentu harga properti di ibu kota yang baru akan tetap terukur.
Bagaimana dengan Jakarta? Setiap perubahan tentu akan menciptakan koreksi pada hal-hal lain. Tapi lambat laun pasti akan mencapai titik keseimbangan baru. Asalkan jangkar-jangkar ekonomi tidak pindah dari Jakarta, roda ekonomi tetap berjalan dan iklim investasi di Jakarta akan tetap menarik.
Sejauh ini REI mendukung kebijakan pemindahan ibu kota. REI saat ini menunggu bagaimana kepastian hukum untuk pihak swasta. Dengan adanya kepastian hukum dari pemerintah, kami selaku pihak swasta pasti segera masuk. Sebab, pemindahan ibu kota tentu akan memunculkan sentra pembangunan baru di luar Jakarta.
Tapi, jangan lupa juga untuk melakukan perencanaan terkait dampak lingkungan. Itu penting karena posisi sekarang, meski tanahnya berupa hutan lindung, kondisinya juga tidak bisa dikatakan baik sekali. Namun, itu semua bisa di-develop hingga menjadi lebih terpelihara dan lebih bagus.
Kalau itu semua sudah dilakukan, dampak sosial ekonomi akan terjadi, yakni bisa membuka lapangan kerja yang luas. Tidak hanya untuk pendatang, tapi yang paling penting adalah kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
