
Leak Kustiyo
Oleh Leak Kustiyo, Dirut Jawa Pos Koran
Banyak cara merayakan ulang tahun. Tahun lalu, saat Jawa Pos genap berusia 75 tahun—angka yang cantik—kami menyambutnya dengan sangat semangat. Panggung musik, pertemuan hangat bersama seluruh agen dan pelanggan, serta joget-joget di Jawa Pos Arena.
Kini, saat usia kami menyentuh 76 tahun pada 1 Juli ini, kami memilih cara yang berbeda. Becermin. Berintrospeksi. Merenung. Dan yang paling krusial yaitu meneguhkan pijakan, sebagai panduan untuk langkah ke depan.
Kami mengesampingkan keramaian, lalu menghadirkan Edisi Khusus 1 Juli dengan menerbitkan 76 halaman. Inilah wujud syukur kami atas bertambahnya usia, sekaligus upaya menghadapi teka-teki zaman digital yang penuh kejutan.
***
Setiap kali datang 1 Juli, perasaan kami seperti Anda saat merayakan ulang tahun. Kami sempat menimbang berbagai opsi. Apakah bergaya anak muda dengan pesta, kembang api, musik, makan-minum sampai miring? Atau nge-grill wagyu dengan olesan saus jamur dan Pinot Noir?
Tapi kami juga merenungi apa yang dilakukan oleh Khamenei, Netanyahu, dan Trump. Setelah saling menghantam dengan rudal canggih dan korban berjatuhan, mengapa tak ada ekspresi sesal—apalagi sedih? Mengapa justru ada kegembiraan dan rasa bangga akan ”kemenangan”?
Adakah itu bentuk perayaan dan sukacita versi mereka?
Padahal Teheran dan Tel Aviv porak-poranda. Darah tumpah. Nyawa melayang. Dan kita semua—entah di sisi mana—ikut terbawa dalam sorak-sorai absurd itu.
***
Kami pun mencoba menyelami dunia para seniman, desainer, dan arsitek. Kami terinspirasi Nasirun, Eko Nugroho, Lini Natalini yang berpesta melalui cat, kanvas, dan lembaran tembaga—merayakan kelahiran ide dan warna. Juga imajinasi busana dari Gita Orlin, Diana Halim, hingga Saffana Anna.
Tak kalah penting, kami mencermati eksplorasi bentuk oleh para arsitek seperti Andra Matin, Yori Antar, hingga bakat-bakat hebat dari Surabaya seperti Paulus Setya Budi, Ivan Priatman, hingga Budi Harmunanto dan kawan-kawan.
Nama-nama ini sesungguhnya adalah representasi dari kepekaan. Mereka tahu zaman terus bergerak, mendisrupsi, mengeliminasi.
Mereka tahu cara memilah, mana kebisingan sesaat dan mana yang esensial. Mana wujud yang menipu, mana bentuk fungsional. Apa fungsi saus dan di mana porsi daging diletakkan.
***

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
