Sayang, ada sejumlah tokoh di Indonesia yang mencoba mendirikan partai politik baru, tetapi tidak berhasil. Amien Rais, misalnya. Setelah keluar dari PAN, dia mendirikan Partai Ummat, tetapi gagal meraih ambang batas parlemen. Demikian pula Din Syamsuddin yang mendirikan Partai Pelita, setali tiga uang.
Mungkin di level internasional, ada contoh yang sebaliknya. Anwar Ibrahim di Malaysia, misalnya. Setelah keluar dari koalisi UMNO dan tidak lagi sehaluan dengan Mahathir Mohamad, dia mendirikan partai politik baru. Kemudian, setelah melalui perjuangan yang keras, Anwar akhirnya menjadi perdana menteri.
Pertanyaannya, apakah Anies bisa menjadi figur bagi partai baru nanti sehingga menjadi magnet yang menarik banyak warga sebagai anggota atau setidaknya menjadi simpatisannya? Ini tentu akan menjadi ujian bagi Anies, apakah popularitasnya selama ini sebagai sosok pembawa perubahan atau antitesis terhadap penguasa bakal berhasil atau tidak.
Ketiga, dana. Sudah menjadi rahasia umum, kehidupan politik di Indonesia berbiaya sangat tinggi. Sistem pemilu yang dibangun di atas landasan pasar bebas politik jelas membutuhkan biaya politik yang besar. Sementara partai politik di Indonesia masih mengandalkan sebagian dananya dari anggaran negara.
Sebagai partai politik baru, tentu tidak mudah untuk mendapatkan dana besar. Satu-satunya jalan yang paling memungkinkan adalah mendapatkan dukungan dana dari orang-orang yang punya modal besar seperti para pengusaha. Masalahnya, apakah Anies mampu membuat sejumlah pengusaha tertarik untuk mendukung pendanaan partainya?
Keempat, jaringan. Bagi partai politik, jaringan jelas sangat penting. Idealnya, partai politik harus memiliki kepengurusan di setiap provinsi kalau ingin bersaing dengan partai-partai lama dengan sumber daya manusianya yang tepat.
Jaringan tentu bukan hanya dalam konteks kepengurusan partai di setiap level daerah, melainkan juga jaringan ketokohan dan organisasi. Partai-partai yang memiliki jaringan kuat dengan sejumlah tokoh dan organisasi, baik pada level nasional maupun internasional, jelas akan mendapat dukungan luas.
Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pendirian partai politik baru di Indonesia. Keseriusan untuk menempuh langkah itu jelas sangat diperlukan demi mendapatkan dukungan dari rakyat Indonesia. (*)
*) IDING ROSYIDIN, Wakil dekan akademik FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ketua umum APSIPOL Indonesia

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
