Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Januari 2024 | 17.22 WIB

Netralitas dan Harlah Ke-101 NU

Kenapa dan buat apa saya perlu angkat isu netralitas ini, karena NU memainkan peranan penting sebagai perekat bangsa. Jadi, kalau misalnya ada kekisruhan di pilpres, kepada siapa lagi kita berharap agar bangsa ini tidak pecah. Maka, kita berharap kepada rais aam sebagai shohibul maqam (pemilik maqam) yang bisa menaungi bangsa ini yang bisa berdiri di atas semua golongan.

Apalagi, Nahdlatul Ulama akan merayakan harlah yang ke-101 pada Rabu 31 Januari 2024. Maka, itu seharusnya menjadi momentum yang tepat untuk membuktikan keseriusan NU dalam mengawal kemeriahan pesta demokrasi di Februari mendatang dengan sikap netral dan tidak memihak pada paslon tertentu.

Bagaimanapun PBNU harus dengan serius memainkan perannya menjaga moral bangsa ini, menjaga etika bangsa ini, dan menjaga Indonesia untuk selamat. Tapi, itu tidak dilakukan. Yang dilakukan justru adalah menggalang dukungan mengarahkan kepada paslon tertentu. Pada titik itulah saya bersikap, kita harus mengingatkan dengan adab dan cinta.

Saya akan terus mengingatkan kita semua agar terus menjaga marwah NU dan tidak terseok masuk ke dalam politik kekuasaan partisan. Sikap kritis terhadap jamiyah kita sendiri agar kita tidak hanya mengoreksi ke luar, sementara menutup mata kondisi di dalam. (*)


*) NADIRSYAH HOSEN, Cendekiawan NU di Monash University, Australia

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore