Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Oktober 2022 | 18.03 WIB

Potensi Nilai Ekonomi Liga Besar, Bisa Capai Rp 2,6 Triliun

MOHAMAD DIAN REVINDO, Kepala Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global LPEM FEB UI. (DOK JAWA POS) - Image

MOHAMAD DIAN REVINDO, Kepala Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global LPEM FEB UI. (DOK JAWA POS)

SEBELUM pandemi, industri sepak bola Indonesia bisa menciptakan kegiatan ekonomi yang cukup besar. Perputaran uang langsung dalam kompetisi Liga 1 diperkirakan mencapai Rp 1,4 triliun. Dari sisi ekonomi, produk akhir dari industri olahraga sepak bola ada dua: acara tontonan di stadion dan siaran pertandingan di televisi.

Untuk produk akhir berupa hiburan tontonan stadion, perputaran uang ada di industri sewa stadion, pembelian tiket, transportasi, biaya makan dan minum penonton, serta kostum dan pernak-pernik. Sebelum pandemi, nilai ekonomi tontonan stadion dalam satu musim kompetisi diperkirakan mencapai Rp 644 miliar untuk liga teratas.

Belum termasuk liga level yang lebih rendah.

Sementara itu, untuk produk akhir berupa hiburan tontonan televisi, perputaran uang ada di industri penyiaran, periklanan, dan teknologi informasi. Baik itu iklan untuk penyelenggara kompetisi, iklan pada stasiun televisi, maupun sponsor klub. Total nilainya Rp 714 miliar.

Kemudian, uang yang berputar dalam industri itu pada gilirannya bisa memicu kegiatan ekonomi di sektor-sektor lain. Sektor ekonomi yang terdampak positif terutama adalah informasi dan komunikasi, perdagangan, industri pengolahan, dan berbagai jasa lainnya. Keseluruhan dampak ekonomi yang tercipta secara nasional mencapai Rp 2,6 triliun dan penciptaan 25 ribu kesempatan kerja.

Kembali bergulirnya kompetisi sepak bola profesional pada 2021 di tengah pandemi Covid-19, dari semula tanpa penonton, tetap mampu menciptakan dampak ekonomi yang tidak sedikit. Meski perputaran uang yang terjadi di tempat pertandingan (stadion) tidak sebesar kondisi prapandemi, perputaran uang yang terjadi pada platform televisi dan digital bisa meningkat jika dikelola dengan baik. Sebab, berkurangnya mobilitas saat pandemi membuat masyarakat haus akan hiburan dan semakin berfokus pada televisi dan gawai.

Tak heran, menurut lembaga eMarketer, pengeluaran iklan di seluruh dunia pada 2021 tetap besar meskipun sebagian dunia usaha lesu akibat pandemi. Jadi, dari sisi ekonomi, nilai ekonomi sepak bola sebagai hiburan televisi dan saluran digital menjadi jauh lebih besar daripada tontonan di stadion selama pandemi.

Kuncinya, sepak bola sebagai tontonan TV dan digital harus dikemas dengan baik dan menarik. Sebagai gambaran, sebelum pandemi nilai iklan dan sponsor tayangan sepak bola Liga Indonesia hanya bernilai sepertiga dari Liga Inggris.

Pada 2019 harga hak siar tiap pertandingan Liga Indonesia berkisar Rp 42 juta, sedangkan untuk Liga Inggris berkisar Rp 130 juta. Artinya, jika dikelola secara profesional dan menarik, nilai siaran langsung pertandingan liga nasional setidaknya masih bisa meningkat tiga kali lipat dan mampu menutupi kehilangan perputaran uang dari penonton stadion.

Secara singkat, bergulirnya kembali Liga 1 berpotensi menciptakan nilai ekonomi yang besar. Bahkan bisa melebihi Rp 2,6 triliun seperti sebelum masa pandemi. Hal itu dipicu antusiasme penonton dan fans yang tetap tinggi, mobilitas masyarakat yang berangsur normal sehingga dapat mendorong penonton datang ke stadion, tetap kuatnya bisnis hiburan TV dan saluran digital, serta mulai pulihnya perekonomian.

Namun, potensi itu tidak akan terealisasi jika kompetisi tidak berjalan baik. Penyebabnya bisa beberapa hal. Misalnya, klub tidak merasa mendapatkan dukungan keuangan yang memadai dari LIB atau kurang transparansi nilai sponsorship dan hak siar. Selain itu, perlu ada konsensus tentang waktu pertandingan serta koordinasi lapangan yang baik antara panpel, klub, dan aparat keamanan.

*) MOHAMAD DIAN REVINDO, Kepala Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global LPEM FEB UI

**) Disarikan dari wawancara dengan Agfi Sagittian

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore