
Photo
’’… Des Lebens Ruf an uns wird niemals enden. Wohlan denn Herz, nimm Abschied und gesunde”. (Hermann Hesse, dalam puisinya Stufen, 1941).
DALAM pekan ini Jawa Pos telah melansir pemberitaan berhari-hari mengenai obat Covid-19 temuan Universitas Airlangga (Unair) bersama TNI-AD dan Badan Intelijen Negara (BIN). Pewartaannya dibarengi dengan pendar optimisme rektor Unair, sang provokator penelitian, berjudul Inovasi atau Terjajah Kembali (17/8) maupun direktur RS Unair atas tulisan berjudul Harapan Baru Melawan SARS CoV-2 (19/8).
Saya membaca dengan ejaan yang penuh perhatian, bukan semata karena sebagai bagian civitas academica, melainkan juga mengapresiasi kontribusi solusi mengatasi pandemi produk riset ilmiah pendidikan tinggi. Kehadiran obat Covid-19 mengikuti bahasa Carl Sagan dalam bukunya The Demon-Haunted Word (2018) menjadi persaksian bahwa ’’sains menerangi kegelapan” dan senapas pesan seorang pendeta kepada penduduk Oakland: ’’Jangan biarkan virus ini menginfeksi jiwa kita” (Cynthia Gorney, 2020).
Inovasi dan kolaborasi penemuan obat Covid-19 niscaya menjadi tapak kolektif penyelamatan kehidupan, mengingat virus (ini), menurut Joshua Lederberg, ahli biologi molekuler penerima penghargaan Nobel atas hasil kerjanya tentang bakteri, merupakan ’’ancaman terbesar bagi kelanjutan dominasi manusia di planet ini” (Robin Marants Henig, 2020). Komunitas internasional pada akhirnya menerima realitas bahwa pandemi Covid-19 telah mengguncang tatanan normal dan menebarkan rasa gelisah, resah, serta cekam yang menikam. Beberapa negara mengambil langkah lockdown, sedangkan Indonesia menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan orientasi tunggal ’’warga sudi menepikan diri”.
Covid-19 tampak melengkapi sejarah panjang peradaban manusia yang tidak bebas dari pagebluk. Pada 2003 Asia bergulat dengan SARS, MERS mendekap Timur Tengah pada 2012, serta ebola melanda Afrika Barat pada 2014. Jauh dalam kurun 541–750, Kekaisaran Bizantium mengalami wabah Justinian sehubungan dengan persebaran penyakit pes pada masa kekuasaan Justinian I. Sebanyak 30–50 juta warga terhempas oleh pes sehingga Bizantium lumpuh. Ada pula peristiwa black death tahun 1347–1351 yang ’’menggulung” Eropa dengan korban 25 juta penduduknya diserbu penyakit serupa.
Tidak sampai di situ mengingat sejarah mencatat wabah cacar, kolera, flu spanyol, dan HIV-AIDS yang masih ’’berkoloni” di muka bumi hingga saat ini. Bahkan, penyikapan terhadap Covid-19 mempunyai implikasi ekologis yang serius apabila mismanajemen: timbulan limbah medis, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), limbah infeksius akibat pandemi, ancaman krisis air bersih, energi listrik dan pangan karena peningkatan konsumsi, dan melemahnya daya beli masyarakat. Hal itu kian menyempurnakan penderitaan bumi dalam menanggung bencana hidrometeorologi, pemanasan global, dan perubahan iklim. Sebuah gambaran nyata mengenai ’’sakit ekologis” bumi. Alan Weisman (2007) menyindir dalam tanya: guna menyelamatkan bumi, haruskah memang sampai menunggu manusia tak ada lagi di dunia ini. The World without Us.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
