
Abraham Samad (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
SELEKSI capim KPK sudah memasuki babak akhir. Sepuluh nama capim hasil seleksi telah diserahkan pansel kepada Presiden Jokowi. Sekarang keputusan ada di tangan presiden. Apakah akan melanjutkan proses seleksi ke DPR atau menyeleksi kembali.
Dalam pandangan saya, ada nama-nama capim yang belum ideal menjadi pimpinan KPK. Bahkan, ada juga nama yang tidak layak menjadi pimpinan KPK, tapi tetap masuk sepuluh besar. Saya menilai mereka belum masuk kategori integritas paripurna. Apa itu integritas paripurna? Orang yang tidak pernah cacat secara moral. Sekali lagi, tidak pernah cacat secara moral. Apabila melihat itu, saya melihat ada capim yang masih kurang layak untuk dipilih DPR menjadi pimpinan KPK.
Karena itu, presiden harus mengambil keputusan yang baik. Misalnya, tidak mengirim nama-nama capim yang cacat secara moral ke DPR. Itu harus dilakukan presiden untuk menyelamatkan agenda pemberantasan korupsi. Apabila nama-nama yang cacat secara moral tersebut tetap diserahkan kepada DPR, kemudian terpilih menjadi pimpinan KPK, itu akan merontokkan lembaga KPK sekaligus merontokkan agenda pemberantasan korupsi yang menjadi concern presiden.
Presiden memiliki kewenangan untuk mengeliminasi nama-nama capim yang punya catatan cacat secara moral. Nama-nama itu harus dicoret. Aturan membolehkan itu. Kalaupun nama yang diserahkan kepada DPR kurang dari sepuluh orang, tidak jadi masalah. Demikian pula jika langkah itu menuai kritik dan perdebatan karena lazimnya capim yang diserahkan presiden kepada DPR sepuluh orang. Tidak masalah jadi perdebatan. Itu wajar saja. Kepentingan kita, kepentingan presiden, harus menyelamatkan agenda pemberantasan korupsi.
Jika takut kepada perdebatan, takut disorot, dan takut itu menjadi polemik, justru akan berbahaya. Sebab, agenda pemberantasan korupsi akan terancam. Menurut saya, tidak masalah keputusan itu menjadi polemik, tidak soal juga seandainya jadi perdebatan. Yang penting, presiden sudah menyelamatkan agenda pemberantasan korupsi. Saat ini KPK butuh pimpinan yang kuat dan jujur. Yang disebut integritas paripurna tadi. Dengan bekal itu, agenda pemberantasan korupsi tetap bisa berjalan.
*) Disarikan dari wawancara dengan wartawan Jawa Pos Sahrul Yunizar

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
