
Alat peraga kampanye para caleg yang berharap simpati rakyat.
Apalagi, publik muslim di negeri ini tidaklah asing dengan kata tersebut. Misalnya, kalangan santri sangat akrab dengan istilah dan nilai moral yang dibawa kata tersebut.
Dalam keseharian mereka, dengan mudahnya bisa didapatkan ungkapan populer seperti "alhamdulillah barokah" dan "sedikit tapi yang penting barokah". Ada nilai kesyukuran yang besar pada diri santri atas kenikmatan yang diperoleh dalam kehidupan riil mereka.
Karena itu, penggunaan kata "barokah" untuk terbitan itu adalah bagian dari upaya mendekatkan kekuatan politik tertentu kepada konstituen besar, kalangan muslim, khususnya santri. Kata tersebut digunakan untuk memenuhi prinsip proximity (kedekatan jarak) antara kekuatan politik dan konstituen. Dengan kedekatan jarak tersebut, komunikasi yang dibangun bisa segera efektif dan membuahkan hasil.
Di tengah menguatnya politik identitas di panggung politik nasional, publik pun harus cerdas dalam membaca fenomena terkini. Bahwa apa pun yang bisa dipakai untuk menanamkan kesan baik kepada konstituen politik akan dilakukan oleh kekuatan politik. Bahasa adalah bagian penting dalam mengomunikasikan gagasan politik. Sebab, bagaimanapun, pemilik suara adalah raja. Juga, siapa pun mereka yang ingin memenangi kontestasi politik pasti bisa merebut dan memenangi hati pemilik suara. Kedekatan emosional, yang minimal dibuktikan dengan penggunaan diksi dan atau ungkapan bahasa, adalah bagian dari strategi itu.
Dalam kaitan itulah, bahasa lalu menjadi pemantik identitas politik. Para kontestan politik pun selanjutnya berebut berkah bahasa dengan mengeksploitasi diksi dan nomenklatur kebahasaan yang bisa dikapitalisasi untuk mendekatkan diri dengan pemilik suara mayoritas. (*)
*) Guru besar dan dekan FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya, ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
