
Suparto Wijoyo
SUNGGUH tragedi nan tragis yang menimpa negeri ini di kala pandemi Covid-19. Belum reda berita KPK menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan suap perizinan budi daya lobster (25/11), muncul aksi penangkapan Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna (27/11) yang bersambung OTT Bupati Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Wenny Bukamo (3/12), hingga Mensos Juliari Batubara menjadi tersangka kasus bansos Covid-19 (5-6/12).
Semua ini mengandung pesan betapa benih udang maupun suap proyek demi pilkada serta bansos Covid-19 mampu memungkasi kekuasaan. Peristiwa ini menimbulkan ketersentakan publik atas kejadian yang menjerembapkan bangsa. Dan sejatinya, banyak tokoh politik yang diprediksi sedang antre menunggu giliran apabila tidak hati-hati.
Pesta Madu Beracun
Mengapa pemegang kekuasaan acap kali melakukan pesta besar ’’madu beracun’’ yang bernama korupsi? Jalan ceritanya nyaris serupa dengan kisah hidup yang dituangkan David Albahari, cerpenis asal Serbia, dalam karyanya, Trash is Better, Cinta Semanis Racun (2016). Inilah kasmaran harta dan daulat yang mematikan. Korupsi adalah realitas yang memperhinakan pejabat negara dari sosok berkedudukan ’’terhormat’’, status sosial bergengsi, dan rata-rata mengenyam pendidikan tinggi tersungkur di balik jeruji besi.
Rasa geram sebagai warga negara atas korupsi yang bersarang dalam situasi resesi akibat pandemi Covid-19 adalah niscaya. Korupsi pada setiap segmennya benar-benar menggerogoti sumber daya negara. Laku korupsi oleh jajaran politikus dan birokrat menjadikan mereka berjarak dengan makna fundamental negara hukum.
Dalam lingkup demikian, benarlah apa yang diungkapkan Arnold J. Heidenheimer dan Michael Johnston dalam bukunya, Political Corruption (2009). Mereka menganalisis kedudukan finansial partai politik, sistem kampanye dan kompetisi politik, serta relasi di birokrasi cenderung tergiring memasuki lahan kekuasaan politik yang bernama korupsi. Terdapat ’’seloroh’’ seperti disindir oleh sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer sejak 1957 melalui novel Korupsi bahwa korupsi telah bergerak dari urusan moral individual menjadi masalah sosial politik, fenomena yang membudaya.
Kondisi itu pastilah menorehkan keperihan sebuah bangsa yang meneguhkan diri bertata kelola pemerintahan dalam negara hukum. Tampilan politik hukum dalam prahara korupsi yang melibatkan kaum ’’cerdas’’ di pucuk birokrasi, wakil rakyat, penegak hukum, ASN, dan aktor korporasi secara umum dapat mengaburkan tugas pengabdiannya. Tindakan koruptif mereka mencerminkan pekerjaan yang rapi, sistematis, dan kolosal serta menampilkan ’’peradaban rasuah’’ yang tingkat kedaruratannya sangat mengkhawatirkan.
Semestinya pengamalan nilai-nilai dasar negara dapat menjadi referensi dan spirit untuk memperkuat KPK membersihkan bangsa ini dari penyakit kronis korupsi. Sadarilah bahwa negara yang bernorma dasar (staatsfundamental norm) Pancasila tidaklah pantas dipameri tindakan koruptif yang melegenda. Dalam Tap MPR No VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa telah diamanatkan agar penyelenggara negara memiliki rasa kepedulian tingkat tinggi dalam memberikan pelayanan kepada publik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022