alexametrics

Perubahan Iklim, Nelayan, dan Kemiskinan

Oleh AGUS SUBALI *)
7 April 2021, 19:48:52 WIB

Pemerintah harus peduli dengan memberi keterjaminan kebutuhan dasar masyarakat yang terkena dampak banjir rob. Relokasi tempat tinggal sangat dibutuhkan. Selain itu, perlu ada upaya meminimalkan global warming dengan berbagai kebijakan yang bersifat menyeluruh. Ingat, sumber utama pemanasan global adalah aktivitas industri dan deforestrasi hutan yang berlindung di bawah kebijakan pemerintah.

Upaya individual ibarat hanya segelas air untuk memadamkan kebakaran hutan. Pemerintah juga harus menggalakkan pelestarian ekosistem pantai dengan memperluas hutan bakau berbasis masyarakat.

Pemanasan global adalah ancaman nyata dan sudah terjadi. Tanpa adanya upaya keterlibatan pemangku kepentingan, dalam hal ini pemerintah, masyarakat, dan komunitas internasional, mustahil pemanasan global bisa diperlambat atau direm dampaknya. Zat pencemar yang terbesar adalah CO2 dan CO, yang sumber utamanya dari industrialisasi dan aktivitas kendaraan. Tiongkok, Amerika, dan India adalah penyumbang emisi terbesar.

Bicara industrialisasi ibarat bicara tentang pertumbuhan ekonomi. Industrialisasi dijadikan kartu as untuk mengejar ketertinggalan. Resep yang dianggap mujarab untuk negara dunia ketiga agar bisa sejajar dengan negara maju. Dalam hal ini, Indonesia menganut pandangan tersebut. Industrialisasi masih diyakini sebagai cara untuk mendapatkan kue ekonomi yang diperebutkan banyak negara di dunia.

Alasan ekonomi dijadikan dasar untuk menomorduakan masalah lingkungan. Rezim bisa tumbang jika penanganan ekonomi melambat atau malah turun. Untuk itu, banyak pemimpin di dunia ini akan berhati-hati (cari aman) jika diminta mengambil kebijakan yang berdampak pada pelambatan laju industrinya. Atau terkait dengan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi.

Desember 2019 di Madrid, Spanyol, negosiasi perubahan iklim PBB berakhir dengan kegagalan. Bisa jadi ini salah satu contoh ketakutan banyak negara akan melambatnya ekonomi yang bisa mengancam secara politis.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini: