Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Maret 2022 | 20.19 WIB

Rusia-Ukraina Perang, Suplai Suku Cadang Alutsista RI Bisa Terganggu

SASARAN SERANGAN: Foto rilisan Layanan Kedaruratan Ukraina memperlihatkan bangunan di Kiev yang terbakar karena terkenal tembakan kemarin (14/3). (AFP) - Image

SASARAN SERANGAN: Foto rilisan Layanan Kedaruratan Ukraina memperlihatkan bangunan di Kiev yang terbakar karena terkenal tembakan kemarin (14/3). (AFP)

JawaPos.com - Rusia-Ukraina berpotensi berlangsung lama. Menjadi konflik yang berlarut-larut dan panjang. Sedikitnya ada dua indikasi yang menunjukkan konflik dua negara tersebut akan berlarut-larut.

Pertama, berdasar pemberitaan sejumlah media internasional, Rusia lebih memilih menggunakan instrumen hybrid selama melancarkan operasi militer di Ukraina.

Salah satu sampel instrumen hybrid itu adalah merekrut prajurit bayaran yang sebelumnya beroperasi di Timur Tengah. Prajurit bayaran dari Syria misalnya. Indikasi kedua, sejauh ini Rusia tidak menggunakan kekuatan terbaiknya untuk beroperasi di Ukraina. Alutsista dengan teknologi mutakhir dan teknologi terkini belum mereka kerahkan. Yang terlihat hanya alutsista keluaran 1980-an dan akhir 1970-an.

Padahal, Rusia merupakan salah satu negara dengan kekuatan militer besar yang memiliki alutsista dengan teknologi terbaru. Keputusan tidak menurunkan kekuatan utama itu tentu saja memunculkan konsekuensi. Yakni, konflik akan berlangsung lama. Rusia tidak akan memenangkan pertempuran dengan cepat. Mereka sadar hal itu dan sudah siap berkonflik dalam jangka waktu yang panjang. Bisa jadi tujuannya terus menggoyang Ukraina, bukan menguasai Ukraina.

Namun, cepat atau lambat, konflik itu akan memberi dampak terhadap negara lain. Termasuk Indonesia. Dampak yang muncul terkait dengan pertahanan maupun non pertahanan. Dampak terkait pertahanan yang bisa jadi akan dirasakan oleh institusi militer di Indonesia adalah pemenuhan kebutuhan suku cadang.

Seperti diketahui, Indonesia membeli sejumlah alutsista dari Rusia maupun Ukraina. Bahkan, tidak sedikit senjata strategis didatangkan dari Rusia. Dengan kondisi saat ini, kebutuhan suku cadang untuk alutsista tersebut bisa terganggu. Satu, terganggu karena Rusia tengah melaksanakan operasi besar di Ukraina. Dengan senjata yang tidak sedikit. Sehingga mereka juga butuh suku cadang untuk memastikan senjata-senjata itu cepat diperbaiki bilamana rusak.

Kedua, gangguan suku cadang alutsista buatan Rusia yang digunakan oleh TNI bisa terjadi karena transaksi dengan Rusia kini berbeda. Tidak lagi sama seperti sebelum konflik pecah. Kondisi itu tak hanya menyulitkan Rusia, tetapi turut pula menyulitkan Indonesia sebagai pengguna alutsista.

Sementara itu, dampak non pertahanan yang akan dirasakan oleh Indonesia tentu saja terkait dengan ekonomi. Konflik Rusia dengan Ukraina akan mengganggu perekonomian nasional. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing akan memberatkan perekonomian Indonesia. Pemerintah juga berpotensi mendapat tekanan fiskal yang jauh lebih besar pada 2023 nanti.

Kondisi tersebut tidak hanya memberatkan pemerintah. Sebab, akan terasa berat pula bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah harus terus mencari alternatif kebijakan yang dapat menyelamatkan atau sekurang-kurangnya menekan dampak ekonomi dari konflik antara Rusia dan Ukraina.

Salah satu langkah yang bisa diambil adalah menentukan negara asal untuk impor sejumlah komoditas. Misalnya yang semula diambil dari Rusia atau Ukraina diimpor dari negara lain. Sumber baru penyuplai komoditas tersebut harus dicari secepat mungkin. Mulai saat ini. Hal itu bisa menjadi langkah antisipasi dampak berlarut konflik Rusia dengan Ukraina.




*) IIS GINDARSAH, Koordinator LAB 45, Pakar Transformasi Pertahanan

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore