Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Januari 2019, 21.37 WIB

Oh, Ahmad Dhani

Ahmad Dhani - Image

Ahmad Dhani


Di lagu itu, Dhani sudah menggunakan akor-akor balikan (inversi) beserta akor substitusi (pengganti akor pokok). Bisa kita temukan juga secara mencolok di lagu Jalan Kita Masih Panjang (Terbaik Terbaik, 1995) yang perjalanan harmoninya ngalor dan ngidul tapi ketemu. Elemen-elemen seperti itu selalu menjadi ciri khas utama jika melihat karangan-karangan Ahmad Dhani.


Lagu Air Mata (Cintailah Cinta, 2002) adalah lagu dengan eksperimentasi unik yang rasanya tidak pernah dilakukan oleh band-band lain. Lagu itu diawali introduksi dengan durasi kurang lazim untuk band industrial: 1 menit 42 detik.


Baru disusul senandung lagu yang melodinya persis dengan introduksinya. Durasi keseluruhan lagu tersebut juga jarang-jarang untuk ukuran "standardisasi durasi" band industrial dengan rata-rata 4-5 menit per lagu. Lagu itu menelan waktu 7 menit 28 detik.


Simak juga lagu Roman Picisan (Bintang Lima, 2000). Intoduksi lagu yang diisi chamber orchestra itu juga terasa unik. Dengan dibantu Onny Krisnerwinto dan rekan, konsep penggarapan musik di lagu tersebut menjadi primadona ketika itu. Terutama akor bumbu orkestra yang khas dan sulit dipelajari dalam sekali dengar oleh band-band amatir yang sedang ngulik lagu itu. Singkat cerita: sulit ditiru sama persis.


Kecerdasan "campur tangan" Dhani yang lain bisa kita temukan juga di lagu Keabadian (2000) yang dinyanyikan Reza Artamevia. Ada sukat 1/4 yang menyempil unik di antara sukat 2/4 pada bagian introduksi dan di setiap penggal pertama refrain di lagu tersebut. Selain itu, perjalanan akor (baca: harmoni keseluruhan) lagu tersebut terasa tidak biasa, tapi lagunya mudah dibawakan.


Begitulah sekilas fakta kemampuan musikal Dhani yang menurut saya sangat mampu membedakan sekaligus mengawinkan secara tegas antara "lagu" dan "musik" dalam karya-karya emasnya. Sosok Dhani yang terinspirasi ribuan sumber musik -juga berhasil menelurkan talenta-talenta musik masa depan- adalah sepenggal sejarah fenomenal industri musik di tanah air. Namanya menjadi sejarah dalam bingkai tersendiri. Contoh-contoh lain akan lebih baik diketengahkan dalam sebuah buku khusus yang mendetail. (*)


*) Musikus dan penulis, tinggal di Jogjakarta

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore