Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Agustus 2018 | 16.43 WIB

Beredar Air Zamzam #2019GantiPresiden, Ini Reaksi Kemenag

Jamaah haji menerima air zamzam dengan kemasan #2019GantiPresiden - Image

Jamaah haji menerima air zamzam dengan kemasan #2019GantiPresiden


JawaPos.com - Media sosial kini dihebohkan dengan pembagian air zamzam untuk para jamaah haji dengan bertuliskan #2019GantiPresiden. Dalam foto yang beredar di media sosial, tampak beberapa kardus putih dengan bertuliskan #2019GantiPresiden. Tampak seorang ibu-ibu sedang membenahi kardus tersebut. Selain itu juga ada pria memakai peci sedang melihat air zamzam bertuliskan #2019GantiPresiden.


Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Humas, Data dan Imformasi Kementerian Agama (Kemenang), Mastuki mengaku pihaknya sudah mendapat laporan adanya air zamzam yang dilabeli #2019GantiPresiden. "Viral air zamzam itu kami mendapatkan informasi yang sama," ujar Mastuki saat dihubungi, Jumat (31/8).


Lebih lanjut Mastuki mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti dari berbagai pihak, apakah air zamzam tersebut benar adanya. Sehingga nantinya bisa ditindaklanjuti. "Kami sedang mengumpulan informasi dari berbagai pihak," katanya.


Terpisah Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadziliy mengaku ‎menyayangkan pihak-pihak yang menggunakan ibadah haji untuk kepentingan politik. Pasalnya semua pihak harus membedakan momentum ibadah dengan politik. "Harus dibedakan antara keduanya. Dua ranah yang berbeda," ujar Ace.


Ibadah haji yang masyarakat lakukan seharusnya dipergunakan sepenuhnya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sehingga semata-mata ingin mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.


"Sementara, soal #2019GantiPresiden itu soal politik. Orientasinya kekuasaan dan dunia. Ada waktunya kita berpolitik," ungkapnya.


Ace melanjutkan, seperti yang diungkapkan Imam Masjidil Haram, Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais sudah jelas menyatakan penolakannya terhadap politisasi haji. "Menurut beliau, tempat-tempat suci dimaksudkan untuk menyembah Allah dan bukan untuk slogan-slogan politik," tuturnya.


"Alih-alih kita mendapatkan pahala haji Mabrur, yang ada justru sebaliknya. Mari bersihkan hati dan pikiran kita. Luruskan kembali niat kita. Perbaiki manasik haji kita," pungkasnya.


Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore