Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Maret 2019 | 07.18 WIB

Prabowo Kritik Konflik di Myanmar, Indonesia Dinilai Kurang Disegani

Dua calon presiden, Jokowi da Prabowo Subianto sesaat sebelum pelaksanaan debat keempat Sabtu (30/3) malam. - Image

Dua calon presiden, Jokowi da Prabowo Subianto sesaat sebelum pelaksanaan debat keempat Sabtu (30/3) malam.

JawaPos.com - Keterlibatan Indonesia dalam menangani pengungsi di Rakhine State, Myanmar, dikritisi calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Menurutnya, Indonesia pun memiliki banyak masalah yang harusnya diatasi.


"Tapi, sekali lagi, bobot kita selalu akan dinilai kalau kita tidak bisa mengurus rakyat kita sendiri. Kalau di Indonesia masih banyak yang lapar dan miskin kok kita mau ngajarin orang lain," ujarnya saat menjawab pertanyaan Joko Widodo terkait konflik Rakhine State pada debat keempat capres di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3).


Posisi Indonesia yang tak punya kekuatan signifikan pun juga pasti diperhitungkan. "Lagi pula kalau kita tidak punya kekuatan, ya paling kita hanya bisa memberi saran dan peringatan," sebut dia. 


Kendati demikian sebagai sesama masyarakat dunia, Prabowo prihatin dengan krisis pengungsi Rohingya di Rakhine State. Apalagi PBB menyebut ada genosida atau pemberantasan etnis Rohingya di sana.


"Kita perlu menggunakan pengaruh kita. Kita bersahabat dengan Myanmar, kita perlu hentikan perlakuan tidak adil dengan Rohingya. Apalagi sangat pelanggaran hak asasi luar biasa," sebut dia.


Namun memang, karena posisi Indonesia satu perhimpunan dengan Myanmar di ASEAN, kedaulatan setiap negara diperhitungkan. "Kita prihatin dan kita mengutuk tindakan itu. Kita terikat dan kita menghomrati kedaulatan masing-masing negara," tuturnya.


Sementara itu, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia berperan dalam menangani krisis pengungsi Rohingya. Pada 2018 lalu, Indonesia diberi kepercayaan oleh Sekjen PBB Antonio Guterres untuk menjembatani pemerintah Myanmar dengan etnis Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh.


Tiga kali Jokowi mengaku menyampaikan di forum ASEAN untuk sama-sama mencari solusi untuk menuntaskan krisis pengungsi itu. "Alhamdulillah desakan, tekanan kita terhadap pemerintahan Myanmar untuk selesaikan repatriasi di Cox's Bazar mulai memberikan hasil," beber calon presiden nomor urut 01 itu.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore