Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Januari 2022 | 22.50 WIB

BOR di DKI Meningkat, DPR: Sebelum Terlambat, Gandakan Tempat Isolasi

Charles Honoris - Image

Charles Honoris

JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengatakan pemerintah harus memperbanyak tempat isolasi terpusat bagi pasien Covid-19 yang tertular varian Omicron. Hal ini lantaran angka keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed cccupancy rate (BOR) yang sudah mencapai 45 persen akibat varian Omicron di DKI Jakarta.

"Harus disikapi pemerintah dengan segera memperbanyak tempat isolasi terpusat. Hal ini penting agar BOR faskes di ibu kota tetap terkendali, sehingga faskes tetap bisa melakukan pelayanan kesehatan yang optimal, dan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat," ujar Charles kepada wartawan, Sabtu (29/1).

Charles menuturkan, berdasarkan data yang ia dapatkan bahwa pasien Covid-19 dirawat di RS wilayah DKI Jakarta, mayoritas bergejala sedang (51 persen) dan ringan (38 persen). Selebihnya tidak bergejala (7 persen), berat (3 persen) dan kritis (1 persen).

"Sehingga masih didominasinya BOR faskes di Jakarta oleh pasien gejala sedang dan ringan, bisa dipahami mengingat banyak warga ibu kota yang tidak punya tempat isolasi mandiri di rumahnya, dan juga banyak yang khawatir jika isolasi tidak diawasi tenaga medis bisa berakibat fatal," katanya.

Oleh karena itu legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengatakan, isolasi terpusat di Jakarta penting diperbanyak untuk menampung pasien gejala sedang dan ringan yang tidak punya tempat isolasi mandiri, dan yang khawartir mengalami perburukan.

"Sebab, pasien di tempat isolasi terpusat akan dipantau secara intensif oleh tenaga medis. Dengan isolasi terpusat bagi pasien gejala sedang dan ringan, tempat tidur di faskes tetap tersedia bagi pasien gejala berat dan kritis," ungkapnya.

Charles mengatakan pelipatgandaan tempat solasi terpusat ini mendesak dilakukan dalam waktu dekat, mengingat kenaikan angka penularan Omicron sekarang baru fase awal. Pasalnya jika berkaca pada kasus di Amerika Serikat yang mengalami kenaikan penularan varian Omicron 3 kali lipat daripada Delta, kasus harian di Indonesia bisa mencapai ratusan ribu, dan DKI Jakarta bisa tembus puluhan ribu kasus harian.

"Jika BOR tidak dikendalikan sejak awal dengan melipatgandakan tempat isolasi terpusat, dikhawatirkan layanan kesehatan faskes bisa kolaps ketika Omicron mencapai puncaknya," tuturnya.

Sehingga menurut Charles, belum terlambat bagi pemerintah untuk melipatgandakan tempat isolasi terpusat, sambil mempersiapkan segala skenario menghadapi puncak penularan Omicron.

"Skenario yang matang tentu akan membuat masyarakat tenang, tidak mudah panik, agar kita sama-sama bisa melewati badai Omicron, yang diprediksi banyak ahli sebagai fase transisi pandemi menuju endemi Covid-19," katanya.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan bahwa telah terjadi peningkatan keterisian tempat tidur atau BOR di rumah sakit (RS) di Jakarta.

Bahkan menurut Abraham dirinya telah menerima laporan ada warga yang kesulitan mendapatkan RS di Jakarta akibat meningkatkan angka kasus harian Covid-19 varian Omicron.

"Data per Rabu (26/1) kemarin, BOR RS di Jakarta mencapai 45 persen. Dan KSP sudah mulai menerima laporan warga yang kesulitan mencari rumah sakit," ujar Abraham.

Karena itu, Abraham Wirotomo mengimbau masyarakat yang terpapar Covid-19 varian Omicron tanpa gejala atau ringan, lebih memanfaatkan isolasi mandiri (isoman) dan telemedicine.

Abraham mengungkapkan, keterisian tempat tidur rumah sakit di Jakarta saat ini justru didominasi oleh pasien yang sifatnya bukan mendesak, atau tanpa gejala dan ringan. Seharusnya masyarakat dan rumah sakit lebih mengutamakan pasien yang sakit berat, lansia, dan komorbid.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore