Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Juni 2022 | 23.18 WIB

Pengamat: Aneh Kalau Ketum Parpol Takut Maju Jadi Capres

Airlangga Hartarto (tengah) didampingi Zulkifli Hasan dan Suharso Monoarfa saat memberikan keterangan usai penandatanganan nota kesepahaman Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Jakarta, Sabtu (4/6). Fauzi Lamboka/Antara - Image

Airlangga Hartarto (tengah) didampingi Zulkifli Hasan dan Suharso Monoarfa saat memberikan keterangan usai penandatanganan nota kesepahaman Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Jakarta, Sabtu (4/6). Fauzi Lamboka/Antara

JawaPos.com - Pengamat politik Adi Prayitno menilai, seharusnya ketua umum partai politik tidak takut untuk maju menjadi calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) pada Pilpres 2024. Menurutnya justru aneh jika partai tidak bisa mengusung ketua umumnya menjadi Capres dan Cawapres.

“Agak aneh kalau partai itu tidak bisa mengusung Ketua Umum mereka sebagai Capres dan Cawapres. Untuk apa berpartai kalau pada akhirnya partai itu hanya sebatas kendaraan bagi orang lain, outsider, tidak terafiliasi dengan partai kemudian semacam penumpang dan dia bisa jadi presiden. Lucu bagi saya,” kata Adi saat menjadi pembicara dalam talkshow LKI bertajuk Membaca Arah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Studio MPO Cikajang, Jakarta, Jumat (24/6/2022).

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini menegaskan dalam berbagai kesempatan ia mendorong agar ketua-ketua partai untuk berani maju menjadi Capres dan Cawapres.

“Makanya saya selalu mengatakan di berbagai kesempatan, apapun judulnya Airlangga harus maju. Apapun judulnya pak Suharso harus diusung menjadi kandidat Capres di KIB, termasuk Zulhas dari PAN. Persoalan nanti siapa yang akan endingnya diputuskan maju, itu lain hal yang penting jadikan dulu barang,” ujarnya.

Terkait masih rendahnya elektabilitas ketua-ketua partai ini di berbagai survei, ia menyebut tidak perlu menjadi kekhawatiran. Sebab menurutnya, jika perolehan suara-suara partai dikonversi menjadi suara kandidat

Adi menjelaskan, jika melihat kekuatan politik parlemen saat ini maka sangat mungkin akan terbentuk empat poros dalam Pilpres 2024. Pertama poros KIB, kedua poros Nasdem-PKS-Demokrat, ketiga poros Gerindra-PKB, kemudian PDIP yang sudah bisa menjadi poros sendiri.

“Artinya kalau ada 4 kandidat di Pilpres 2024, dengan modal 24 persen gabungan tiga partai dikonversi menjadi calon yang akan diusung KIB, saya kira KIB ini tentu sangat compatible. KIB sangat layak dipertaruhkan dalam konteks itu. Tinggal bagaimana menjaga stamina politik,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Partai Golkar bersama PAN dan PPP telah membentuk Koalisi Indonesia Bersatu yang sudah mengantongi tiket untuk mengusung Capres dan Cawapres pada Pilpres 2024. Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani menegaskan KIB akan mengusung Capres dari internal tiga partai yang tergabung dalam koalisi pada Pilpres 2024.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore