
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan dukungan terhadap langkah hukum yang ditempuh dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati, dengan melayangkan somasi atas dugaan aksi teror yang dialaminya. Menurut Anies, tindakan tersebut merupakan sikap yang patut diapresiasi dalam menjaga ruang demokrasi agar tidak dirusak oleh berbagai bentuk intimidasi.
Anies menilai, upaya memberikan peringatan hukum melalui somasi merupakan respons yang tepat terhadap tindakan yang dinilai mengancam kebebasan berekspresi dan kebebasan akademik.
"Sebuah langkah balik yang tepat, juga contoh nyata sikap tidak membiarkan setiap usaha penyimpangan demokrasi berlalu begitu saja tanpa ditangkal," kata Anies Baswedan dalam cuitan pada akun media sosial X, Jumat (17/7).
Anies yang juga merupakan alumni UGM itu berharap, langkah yang diambil Risfa Izzati dapat membangun kesadaran publik mengenai pentingnya melawan segala bentuk teror maupun intimidasi melalui jalur yang sesuai dengan hukum. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Risfa atas keberaniannya mengambil sikap dalam menghadapi persoalan tersebut.
"Semoga bisa jadi kesadaran bagi semua. Hormat untuk bu dosen!" tegasnya.
Dosen Hukum Ketenagakerjaan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), Nabiyla Risfa Izzati, mengaku menjadi korban intimidasi dan ancaman yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal. Peristiwa tersebut terjadi setelah ia mengomentari dugaan mutasi sepihak terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Kasus bermula ketika Nabiyla menanggapi sebuah unggahan di media sosial X yang membahas seorang ASN dengan masa pengabdian selama 27 tahun. ASN tersebut disebut mengalami penurunan jabatan secara signifikan, dari posisi Eselon 3A menjadi pelaksana pelatihan teknis di Maluku Utara.
Melalui akun X pribadinya, @nabiylarisfa, Nabiyla mengkritik dugaan perlakuan yang dianggap tidak adil terhadap ASN tersebut. Dalam unggahannya, ia menulis, "PTUN-in aja sih pejabat dzalim kayak gini. Greget banget gweh."
Tak lama setelah unggahan tersebut viral, Nabiyla mengaku menerima pesan bernada intimidasi dari pihak yang tidak dikenal. Ancaman itu tidak hanya meminta dirinya menghapus unggahan, tetapi juga disertai upaya penyerangan terhadap privasi digitalnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
