
Photo
JawaPos.com - Partai Demokrat melakukan pemecatan kader-kader yang mendukung digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) ungtuk menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi ketua umum partai berlogo bintang mercy. Salah satu yang terkena pemecatan adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tegal, Ayu Palaretin. Ayu yang mengaku sudah tiga periode menjabat sebagai ketua DPC mengaku kaget atas pemberhentian dirinya.
"Saya resmi dicopot oleh Ketua DPD Jawa Tengah tanggal 17 Februari kemarin," ujar Ayu Palaretin kepada wartawan, Jumat (26/2).
Ayu menjelaskan pencopotan dirinya bersamaan dengan tuduhan dia telah terima uang dari senior-senior Demokrat yang menginginkan KLB. Ayu menambahkan dirinya juga diminta untuk membuat berita acara pemeriksaan terkait pemberian para senior.
"Anehnya, saya disuruh membuat koronologis atas hal yang tidak pernah saya lakukan," katanya.
Ayu menambahkan pemecatan dirinya mengundang banyak pertanyaan, baik dari internal partai, kerabat maupun koleganya. Menurut Ayu, pertanyaan-pertanyaan itu lahir dari ketidakpercayaan para pihak penanya.
"Mereka tahu bahwa saya yang lakukan berjuang dari awal untuk Demokrat di Tegal. Dan saya bersyukur bisa mendapatkan 6 kursi di era Pak Hadi Utomo (mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Red)," katanya.
Ayu mengaku dirinya tidak keberatan dipecat secara sepihak oleh DPD Partai Demokrat Jawa Tengah. Dia hanya ingin meminta uang senilai Rp 500 juta yang diserahkan kepada Ketua DPD PD Jawa Tengah.
"Meski saya sadari pemberian uang Rp 500 juta tersebut tidak ada tanda buktinya. Uang itu digunakan untuk pemenangan salah satu wali kota di Magelang. Wajarkan saya tagih hak saya, karena uang itu disebutkan sebagai pinjaman Ketua DPD PD Jateng Rinto Subekti," bebernya.
Ayu membandingkan kepemimpinan saat ini tidak memperhatikan DPD. Menurut dia, meski saat itu dirinya telah berjuang, namun DPP memperhatikan sekali cabang-cabangnya di wilayah.
"Contoh kecilnya, dua periode pertama DPP masih memperhatikan uang saksi. Namun di Pilpres kemarin sama sekali tidak ada. Dampaknya suara partai terjun bebas, untung saja di Tegal masih dapat dua kursi. Di kabupaten atau kotamadya lainnya sama sekali tidak ada," pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=zKhLjlrRBIE

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
