
Pertemuan SBY dan Prabowo di Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/7).
JawaPos.com - Dua kubu semakin bermanuver menghadapi waktu pendaftaran Pilpres 2019. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar pertemuan dengan Prabowo Subianto di kediamannya di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta pada Selasa malam (24/7). Di sisi lain, Presiden Jokowi semakin merapatkan barisan dengan enam ketua umum parpol pendukung pemerintah.
Sejumlah partai politik (parpol) mematangkan format koalisi menjelang pendaftaran capres-cawapres yang berlaga di Pilpres 2019. Tadi malam (24/7) Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kunjungan Ketua Umum Partai Gerindra di kediamannya di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta.
Pertemuan tersebut merupakan yang pertama sejak tahun lalu saat SBY dan Prabowo bertemu di Cikeas, Bogor. Saat itu pertemuan dilakukan setelah empat partai (Demokrat, Gerindra, PKS, dan PAN) kalah dalam menolak presidential threshold 20 persen.
Seusai pertemuan secara tertutup selama dua jam tersebut, SBY dan Prabowo mengadakan jumpa pers bersama. Prabowo mengakui, pertemuan itu membahas penjajakan koalisi menghadapi pilpres. Mantan Danjen Kopassus tersebut menegaskan, dalam pembicaraan koalisi, SBY tidak pernah menawarkan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk menjadi cawapres mendampinginya dalam pilpres.
Menurut Prabowo, Gerindra dan Demokrat masih mencari sosok cawapres yang terbaik. Kriteria cawapres yang dibutuhkan adalah sosok yang kapabel, yang bisa berkomunikasi secara baik dengan generasi muda. "Karena pemilih mayoritas berusia di bawah 40 tahun," ucapnya disambut tepuk tangan hadirin yang datang.
Jika dalam pembahasan nanti nama AHY muncul? "Why not," kata Prabowo. Dengan demikian, Gerindra tidak menolak jika nama AHY diajukan sebagai cawapres.
Di tempat yang sama, SBY menerangkan, pihaknya serius membahas kemungkinan koalisi dengan Gerindra. "Jalan membangun koalisi terbuka lebar. Apalagi setelah kami berdua sepakat atas apa yang menjadi persoalan lima tahun mendatang," ungkap mantan presiden dua periode tersebut.
Setelah ini, lanjut SBY, bakal ada pertemuan lanjutan. Dia akan menyampaikan hasil pertemuan dengan Prabowo kepada Majelis Tinggi Partai Demokrat. Sebab, majelis tinggi yang nanti memutuskan dengan partai mana Demokrat berkoalisi dan siapa capres-cawapres yang diusung.
Sementara itu, pertemuan antara Joko Widodo (Jokowi) dan ketua umum enam partai pengusung di Istana Bogor Senin malam (23/7) menguatkan soliditas koalisi menghadapi Pilpres 2019. Siapa pun nama calon wakil presiden (cawapres) pilihan Jokowi, keenam partai sepakat tetap bersama.
"Apa pun yang terjadi, koalisi ini akan tetap mengusung Pak Jokowi pada 2019," kata Ketua Umum PPP Romahurmuziy seusai pertemuan.
Keenam partai juga masih membuka peluang bagi partai lain untuk bergabung dalam koalisi pro-Jokowi. Hanya, lanjut dia, ada batasan-batasan tertentu yang mungkin ditetapkan. Misalnya, harus menyesuaikan dengan kesepakatan enam partai. "Tentu ada limitasi. Ada waktu yang nantinya kami tetapkan dan tidak perlu kami umumkan kapan deadline," imbuhnya.
Soal nama cawapres Jokowi, politikus yang akrab disapa Romi itu menyebut keenam partai juga sudah sepakat dengan satu nama. Dia enggan membeberkan nama tersebut ketika ditanya sosok potensial yang akan dipilih Jokowi. Yang pasti, nama cawapres itu bakal diumumkan secara langsung oleh Jokowi. Termasuk soal tanggal pengumuman. "Kami memberikan kehormatan kepada Presiden Jokowi untuk pada saatnya mengumumkan," imbuhnya.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membenarkan pernyataan Romi. Politikus yang juga menjabat menteri perindustrian itu mengatakan, semua partai koalisi sudah menyepakati bahwa mekanisme pemilihan cawapres diserahkan kepada Jokowi. "Yang jelas, kami semua sudah bulat," ucap dia.
Pertemuan Senin malam lalu dipastikan bukan yang terakhir. Rencananya, awal Agustus menjelang pendaftaran pilpres, enam partai koalisi melakukan pertemuan serupa.
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengapresiasi sikap ketua umum beberapa partai terkait dengan kesepakatan cawapres pendamping Jokowi. Mereka semua legawa dengan apa yang sudah disepakati. "Mereka ketawa-ketawa. Tidak ada yang merasa berat. Cair semua," terang dia. Menurut dia, sikap itu mencerminkan sosok negarawan dan tokoh nasional para Ketum partai.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
