Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 November 2020 | 00.57 WIB

Megawati Ingin Kaum Milenial Gemar Membaca Seperti Bung Karno

Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, meyakinkan masyarakat Kabupaten Indramayu untuk kembali memilih pasangan calon nomor urut 01 di pemilu 2019. - Image

Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, meyakinkan masyarakat Kabupaten Indramayu untuk kembali memilih pasangan calon nomor urut 01 di pemilu 2019.

JawaPos.com - Proklamator RI Bung Karno dinilai sebagai sosok yang haus dengan pengetahuan dan buku. Dari kegemarannya itu pula yang membuat Bung Karno bisa menyumbang kekuatan moral bagi negara-negara terjajah untuk merdeka melalui Konferensi Asia-Afrika.

Presiden RI ke-5 yang juga putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri mengatakan, ayahnya itu sering kali dilihatnya sedang membaca, di berbagai kesempatan. Bung Karno itu sosok sangat haus dengan buku.

"Bahkan buku koleksi Bung Karno mencapai puluhan ribu, baik dari dalam negeri maupun luar negeri," ujar Megawati dalam webinar pembukaan pameran daring Buku Bung Karno, Selasa (24/11).


Saat menjadi mahasiswa, Megawati beberapa kali meminta rekomendasi buku kepada Bung Karno. Saat itu, Bung Karno sangat hafal dengan judul buku yang sesuai konteks permintaan anaknya, sekaligus menunjukkan letak bukunya. Detail dengan posisi rak dan baris ke berapa buku itu berada. Megawati yang mendalami ilmu psikologi menilai, ayahnya itu memiliki fotografis memori yang kuat.

"Beliau menata sendiri buku-bukunya. Sampai hari ini ketika kami keluar dari Istana, Bung Karno membiarkan saja di situ buku-bukunya. Mungkin jumlahnya 20 ribu sampai 30 ribu, yang bertebaran di Istana Merdeka, Istana Negara, dan Istana Bogor. Yang saya dengar, sekarang sudah mulai diarsipkan," jelas Megawati.

Oleh karena itu, Presiden Kelima RI itu tak heran sang ayah pintar berbahasa asing, di antaranya Jerman, Inggris, dan Belanda. Tak heran juga, Bung Karno bisa menggagas Konferensi Asia-Afrika.

"Seharusnya, pemuda bangsa harus belajar dari pikiran dan tindakan Bung Karno itu," ujar Mega.

Sosok Bung Karno sebagai pengoleksi sekaligus kutu buku juga pernah disaksikan oleh KH  Saifuddin Zuhri. Saifuddin yang merupakan menteri agama era Bung Karno melihat kamar sang proklamator RI itu sangat berantakan dengan buku.

"Kamarnya besar sekali peninggalan Belanda. Ada tempat tidur dan sebelahnya adalah buku. Beliau akan tahu kalau ada yang ambil bukunya. Bahkan pindah sedikit akan ditanyakan. Karena ada tatanya, dinomori sesuai ingatan dia. Di toilet, ada rak kecil dua tingkat yang kami tahu sebagai tempat bacaannya. Yang di atas jangan sedikit pun bergeser. Yang di bawah adalah yang akan dibaca," jelas dia.

Menurut Megawati, pemuda Indonesia wajib membaca buku-buku yang ditulis oleh Bung Karno. Seperti buku Indonesia Menggugat, yang di dalamnya hasil pemikiran Bung Karno dengan kondisi bangsa saat itu terhadap kolonialisme.

"Bagi saya, membaca buku Bung Karno, selain membuka jendela dunia, juga mengekstraksi pikiran-pikiran dari banyak tokoh-tokoh dunia yang dikenal beliau dari buku-bukunya," jelas Megawati.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore