Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juli 2019 | 05.25 WIB

JK Puji PKB Lahirkan Dua Kepala Negara

Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa Hanif Dhakiri (kiri), Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj (kedua kiri), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar (kedua kanan) dan  Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) saat menghadiri Harlah Ke 21 PKB di Jakarta, - Image

Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa Hanif Dhakiri (kiri), Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj (kedua kiri), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar (kedua kanan) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) saat menghadiri Harlah Ke 21 PKB di Jakarta,

JawaPos.com - Wakil Presiden ‎Jusuf Kalla (JK) memuji Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Karena di partai ini sudah memberikan dua kepala negara. Seperti Presiden Indonesia ke-4 Abdurahman Wahid alias Gus Dur dan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin.

Sehingga JK mengapresiasi PKB yang telah memberikan kontribusi dengan memberikan dua kepala negara bagi pemerintahan Indonesia ini.

"PKB luar biasa dalam waktu singkat Presiden Gus Dur dari PKB, nanti pengganti saya (Ma'ruf Amin) juga pendiri PKB, Jadi apa yang dicapai luar biasa. Ini patut disyukuri dalam 21 tahun," ujar JK dalam pidato sambutannya di Harlah ke-21 PKB di kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (23/7).

‎Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengapresiasi PKB karena perlahan-lahan suaranya di pemilu terus mengalami kenaikan. Namun JK berkelakar suaranya PKB belum bisa menandingi Partai Golkar.

"‎Kita lihat tren suara PKB tiap lima tahun naik. Tapi belum sampai ke Golkar ya," kelakarnya.

Lebih lanjut JK mengatakan, adanya partai politik adalah salah satu perannya memperjuangkan keadilan sehingga mewujudkan kemakmuran di Indonesia. Menurut JK, adanya konflik atau perang saudara karena adanya ketidakadilan. Sehingga peran partai politik sanga penting harus bisa meredam itu semua.

‎"Karena hampir semua konflik di negeri ini karena ketidakadilan begitu juga dunia ini. Karena itu penting diperjuangkan bagi partai. Ini menjadi bagian dari upaya kita," ungkapnya.

JK menuruturkan, perang di Timur Tengah, seperti Afghanistan, Iraq, Libya, Syria itu adanya perang salah satu faktornya karena ketidakadilan. Sehingga semua pihak harus bersatu. Jangan sampai Indonesia mengalami hal yang sama.

"Jadi apabila kita ingin bersatu kita harus kuat. Kalau tidak bisa lawan kita harus kerja sama dengan baik," pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore