
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Jazilul Fawaid
JawaPos.com - Saat ini sudah ada sepuluh partai yang masuk dalam koalisi Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin. Untuk ukuran Indonesia, itu sudah sangat gemuk dan sudah tak perlu ada tambahan parpol lain lagi.
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengatakan, secara hitungan matematika koalisi di Jokowi-Ma'ruf ini sudah sangat gemuk, di dalamnya ada sepuluh partai koalisi. Karena itu, partai-partai lain tidak perlu ikut gabung ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Apalagi kalau misalnya Gerindra yang masuk. Aduh gemuk sekali. Takutnya berlemak dan obesitas," ujar Jazilul di Gedung DPR, Senin (22/7).
Namun demikian, PKB menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memutuskannya. Sebab Presiden Jokowi punya pertimbangan lain yang tidak berpedoman terhadap hitungan matematika.
"Tapi kan ada ruang di dalam politik ada ruang yang tidak semata-mata soal hitungan rasional matematik. Kadang soal rasa kebersamaan, rasa persatuan kadang-kadang mengabaikan hitung-hitungan logika rasional," katanya.
Bagi PKB membantu pemerintahan tidak perlu bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin. Karena menjadi oposisi juga bisa membantu pemerintahan. Adanya oposisi juga dinilai sehat.
"Tapi kebersamaan kan tidak perlu harus dalam koalisi. Kebersamaan membangun kan tidak harus dalam satu gerbong," ungkapnya.
Terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyatakan, mengenai bertambahnya koalisi menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi.
"Kami dari PSI menyerahkan sepenuhnya pada Pak Jokowi. Pak Jokowi lebih tahu kebutuhannya sebagai presiden, baik alasan profesionalisme kabinet maupun kecukupan dukungan politik untuk menjaga stabilitas politik," ujar antoni.
Koalisi Indonesia Kerja (KIK) juga akan solid terus mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin walaupun nantinya ada partai baru yang bergabung ke koalisi. Bagi PSI yang terpenting bisa membantu Jokowi dalam mengelola pemerintahan selama lima tahun.
"Apakah benar KIK akan solid terus dan sami'na wa atho'na (taat) kepada Pak Jokowi lima tahun kedepan. InsyaAllah bisa, tapi politik kita sangat dinamis," ungkapnya.
Mengenai koalisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga menyarahkan spenuhnya kepada Presiden Jokowi. PPP menyadari mengenai koalisi ranahnya adalah di tangan Presiden Jokowo untuk memutuskannya.
"Prinsipnya sama. Sepenuhnya itu terserah Pak Jokowi," ungkap Ketua DPP PPP Rusli Effendi.
Menurutnya Presiden Jokowi akan bijak dalam menentukan koalisi di pemerintahannya. Prinsipnya PPP menyarahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi.
"Pak Jokowi juga akan arif membertimbangkannya," katanya.
Sekadar informasin ada sepuluh partai politik pendukung Jokowi dan Ma'ruf Amin. Mereka diantaranya adalah, PDIP, Golkar, Nasdem, PKB, Hanura, PSI, Perindo, PBB, PPP, dan PKPI.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
