JawaPos Radar | Iklan Jitu

Data PPATK

Kemenag Benarkan Banyak Pemuka Agama Terima Aliran Dana Besar

19 November 2018, 14:36:21 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Aliran dana mencurigakan
ILUSTRASI UANG. Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rai membenarkan adanya oknum pemuka agama yang banyak melakukan transaksi keuangan mencurigakan dibanding oknum pengurus partai politik. (jpnn/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Selama Januari hingga September 2018 tercatat ada 14.836 transaksi keuangan mencurigakan yang dilakukan pegawai swasta. Bahkan ada 44 laporan yang diterima Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait oknum pemuka agama.

Menanggapi hal ini, Kementerian Agama (Kemenag) membenarkan jika pemuka agama kerap mendapat aliran dana yang langsung  masuk ke dalam rekening pribadinya. Namun itu semata untuk keperluan sosial.

"Tokoh agama yang dimaksud siapa, karena Kyai pesantren juga tokoh agama dan banyak pesantren yang belum memiliki yayasan. Umumnya Kyai mendapatkan bantuan dari berbagai komponen masyarakat secara langsung ke rekening pribadi kyai," kata Kabiro Humas Kemenag Mastuki kepada JawaPos.com, Senin (19/11).

Meski banyak perseorangan mendapat aliran dana langsung ke pribadi pemuka agama. Namun uang tersebut diperuntukan untuk kegiatan sosial, seperti pembangunan masjid hingga pondok pesantren.

"Namun demikian semua bantuan itu dipergunakan untuk mengembangkan lembaga pendidikan atau membantu kehidupan santri yang kerapkali dibiayai oleh pesantren alias gratis," ujarnya.

Kendati demikian, Mastuki memastikan bahwa aliran transaksi tersebut sampai pada yang membutuhkan. Pasti ada pertanggungjawabannya.

Sebelumnya, Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rai membenarkan adanya oknum pemuka agama yang banyak melakukan transaksi keuangan mencurigakan dibanding oknum pengurus partai politik.

“Ya kalau dilihat dari profile tentu sensitif karena mereka menggunakan rekening pribadi untuk urusan-urusan keagamaan seperti menerima sumbangan. Ini berlaku untuk agama mana saja ya,” kata Dian kepada JawaPos.com, Minggu (18/11).

Kendati membenarkan, Dian enggan berspekulasi apakah oknum pemuka agama tersebut melakukan tindak pidana. “Itulah sebabnya menjadi menyimpang profile nya. Kalau nama lembaga yang dipakai tentu nggak masaalah ya. Tapi itu jangan diartikan pasti bermasalah ya,” jelas Dian.

 

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up