
Photo
JawaPos.com - Sebanyak 14 orang bakal calon kandidat Wali Kota Surabaya mengikuti tes konvensi yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI). Dari 14 orang tersebut, salah satunya terdapat tokoh Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Dwi Astuti.
Untuk maju menggantikan posisi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Dwi mengaku sudah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai politik. Bahkan, Dwi mengaku sudah mendaftarkan diri untuk maju Pilwali Surabaya dari PKB, Nasdem, PDI Perjuangan dan Gerindra.
"Kalau safari politik sudah kemana saja, sudah 90 persen saya lakukan, pertama memang yang saya kunjungi itu di PKB, tentulah kalau bicara PKB ini proses juga dan saya juga daftar di rekrutmennya PDIP, daftar juga di Nasdem, daftar di Gerindra," kata Dwi ditemui di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Minggu (19/1).
Selain itu Dwi juga mengaku telah membangun komunikasi dengan Partai Golkar, Demokrat dan PAN yang juga memiliki kursi di DPRD Surabaya. Menurutnya menjalin komunikasi dengan sejumlah partai merupakan hal penting, karena dirinya bakal maju melalui partai politik bukan maju secara independen.
"Saya lakukan (komunikasi politik) artinya saya sangat menghargai semua partai yang ada, karena saya hadir nanti lewat partai, saya tidak independen," ucap Dwi.
Dwi menyebut, kepemimpinan Risma dalam membangun Kota Surabaya patut diapresiasi. Namun, menurutnya masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki khususnya mengatasi kemacetan dan banjir di Surabaya.
"Secara infrastruktur top, tapi ada yang perlu dikuatkan potensi sungai dan lainnya, termasuk juga perlu pembenahan trotoar, bagi saya itu perlu di ikhtiarkan supaya tidak terjadi macet dan bagaimana saat ini masih terjadi banjir," terang Dwi.
Dwi yang merupakan akademisi itu juga mengharapkan, ke depan tidak ada lagi ketimpangan sosial yang terjadi di Surabaya. Hal ini merupakan hal penting unyuk membangun Kota Surabaya lebih baik lagi.
"Karena latar belakang pendidikan dan sosial, jangan sampai terjadi kesenjangan sosial. Saya selama ini memang sentuhan saya kepada anak miskin perkotaan, anak-anak jalanan dan drop out sekolah, memang sudah menjadi binaan saya sejak tahun 1994," pungkasnya.
Tokoh Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Dwi Astuti bakal calon Wali Kota Surabaya ditemui di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Minggu (19/1).

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
