Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 November 2018 | 02.47 WIB

Ruhut Akui Kubu Djan Faridz Kuat, Minta PPP Buru-buru Islah

Anggota TKN Jokowi-Ma - Image

Anggota TKN Jokowi-Ma

JawaPos.com - Dualisme Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadikan terpecahnya arah dukungan di Pilpres 2019. Jika Romahurmuziy mendukung Jokowi-Ma'ruf, kubu Djan Faridz yang sekarang dikomandoi Humphrey Djemat, justru mendukung Prabowo-Sandi.


Melihat fenomena ini, Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ruhut Sitompul berpendapat bahwa hal ini bisa berdampak pada nasib PPP di Pileg 2019.


Pria yang pernah mengaku sebagai anjing penjaga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menilai grassroot PPP bisa terpecah. Apalagi di Jakarta kubu Humphrey dianggap pemilihnya kuat.


"Bisa jadi (grassroot PPP pecah, Red), apalagi di Jakarta Djan Faridz kuat," ujar Ruhut di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11).


Oleh sebab itu, Ruhut berharap dualisme PPP ini bisa segera diselesaikan. Mengingat parliementary threshold atau ambang batas parlemen angkanya sangat tinggi, yaitu 4 persen.


"Kubu Djan Faridz dan pak Rommy ini masih ada. Mereka mesti cepat selesaikan. Ini parliamentary threshold 4 persen loh nggak sedikit," ungkapnya.


Di sisi lain, mantan politikus Partai Demokrat itu beranggapan pecahnya grassroot PPP tidak akan berdampak pada Pilpres 2019. Pasalnya rakyat memilih Jokowi bukan melihat partai melainkan pribadinya.


"Saya tidak mengecilkan partai politik, istimewanya Jokowu itu sahabat rakyat, orang sudah nggak lihat partainya, tapi Jokowinya," tandasnya.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore