
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato politiknya dalam Ulang Tahun Partai Demokrat ke-17 di Djakarta Theatre XXI, Jakarta, Senin (17/9). Pidato SBY mengangkat tema
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) keberatan jika persoalan stabilisasi nilai tukar rupiah selalu dikaitkan dengan faktor eksternal. Menurutnya, faktor tersebut bukanlah 'barang baru' di Indonesia.
"Sebagian pihak mengatakan bahwa faktor eksternal inilah yang menjadi biang keladi melemahnya ekonomi kita. Namun, sebenarnya, faktor eksternal yang berdampak pada ekonomi kita bukanlah hal yang baru bagi Indonesia," ucap SBY dalam pidato kuncinya di acara HUT Partai Demokrat ke-17, Senin (17/9) malam.
Dia menambahkan, selama 10 tahun kepemimpinan, dia juga kerap dihadapi tekanan ekonomi yang disebabkan oleh faktor-faktor eksternal. Namun, dirinya mengaku telah bisa melewati masalah itu semua.
"Tahun 2005, tahun 2008 dan tahun 2013, kita menghadapi meroketnya harga minyak dunia. Tahun 2008-2009, kita menghadapi krisis perekonomian global," ungkapnya.
SBY juga masih mengingat bagaimana dirinya bisa menyelamatkan fiskal dari meroketnya harga minyak. Imbasnya, beberapa kali harga bahan bakar minyak (BBM) terpaksa harus dinaikkan.
"Ini keputusan yang sulit dan tidak populer secara sosial dan politik. Bagi seorang presiden, ini juga mendatangkan risiko tersendiri. Seperti yang saya alami ketika harus menaikkan harga BBM pada tahun 2008, beberapa bulan sebelum Pemilihan Presiden dilaksanakan," ucapnya.
"Alhamdulillah, setelah kebijakan menaikkan harga BBM diambil, ekonomi kita selamat. Jadi, sebesar apapun faktor eksternal, selalu ada solusinya," sambungnya.
Tak hanya itu, SBY mengatakan, Indonesia juga pernah mengalami pukulan dan tekanan krisis ekonomi global pada 2008 lalu. Bahkan, saat itu Indonesia diprediksi akan mengalami krisis seperti terjadi 10 tahun sebelumnya.
"Tanda-tanda kepanikan juga sudah muncul. Namun, karena antisipasi yang cepat dan tepat, serta kebersamaan seluruh elemen bangsa untuk mengatasi krisis itu, Alhamdulillah, ekonomi kita selamat," tuturnya.
Atas dasar itu, SBY menyebutkan faktor kepemimpinan menjadi faktor penentu dalam menyelamatkan negara dalam situasi krisis perekonomian. "Saya mengatakan bahwa faktor kepemimpinan, manajemen krisis dan kebersamaan kita juga merupakan kunci keberhasilan," pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
