Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 September 2018 | 06.50 WIB

Rupiah Keok, SBY: Bukan Barang Baru Faktor Eksternal Dikambinghitamkan

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato politiknya dalam Ulang Tahun Partai Demokrat ke-17 di Djakarta Theatre XXI, Jakarta, Senin (17/9). Pidato SBY mengangkat tema - Image

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato politiknya dalam Ulang Tahun Partai Demokrat ke-17 di Djakarta Theatre XXI, Jakarta, Senin (17/9). Pidato SBY mengangkat tema

JawaPos.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) keberatan jika persoalan stabilisasi nilai tukar rupiah selalu dikaitkan dengan faktor eksternal. Menurutnya, faktor tersebut bukanlah 'barang baru' di Indonesia.


"Sebagian pihak mengatakan bahwa faktor eksternal inilah yang menjadi biang keladi melemahnya ekonomi kita. Namun, sebenarnya, faktor eksternal yang berdampak pada ekonomi kita bukanlah hal yang baru bagi Indonesia," ucap SBY dalam pidato kuncinya di acara HUT Partai Demokrat ke-17, Senin (17/9) malam.


Dia menambahkan, selama 10 tahun kepemimpinan, dia juga kerap dihadapi tekanan ekonomi yang disebabkan oleh faktor-faktor eksternal. Namun, dirinya mengaku telah bisa melewati masalah itu semua.


"Tahun 2005, tahun 2008 dan tahun 2013, kita menghadapi meroketnya harga minyak dunia. Tahun 2008-2009, kita menghadapi krisis perekonomian global," ungkapnya.


SBY juga masih mengingat bagaimana dirinya bisa menyelamatkan fiskal dari meroketnya harga minyak. Imbasnya, beberapa kali harga bahan bakar minyak (BBM) terpaksa harus dinaikkan.


"Ini keputusan yang sulit dan tidak populer secara sosial dan politik. Bagi seorang presiden, ini juga mendatangkan risiko tersendiri. Seperti yang saya alami ketika harus menaikkan harga BBM pada tahun 2008, beberapa bulan sebelum Pemilihan Presiden dilaksanakan," ucapnya.


"Alhamdulillah, setelah kebijakan menaikkan harga BBM diambil, ekonomi kita selamat. Jadi, sebesar apapun faktor eksternal, selalu ada solusinya," sambungnya.


Tak hanya itu, SBY mengatakan, Indonesia juga pernah mengalami pukulan dan tekanan krisis ekonomi global pada 2008 lalu. Bahkan, saat itu Indonesia diprediksi akan mengalami krisis seperti terjadi 10 tahun sebelumnya.


"Tanda-tanda kepanikan juga sudah muncul. Namun, karena antisipasi yang cepat dan tepat, serta kebersamaan seluruh elemen bangsa untuk mengatasi krisis itu, Alhamdulillah, ekonomi kita selamat," tuturnya.


Atas dasar itu, SBY menyebutkan faktor kepemimpinan menjadi faktor penentu dalam menyelamatkan negara dalam situasi krisis perekonomian. "Saya mengatakan bahwa faktor kepemimpinan, manajemen krisis dan kebersamaan kita juga merupakan kunci keberhasilan," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore