JawaPos Radar

Soal Berita Skandal Century

Demokrat: 12 Juta Kader Marah Terhadap Asia Sentinel

17/09/2018, 12:08 WIB | Editor: Kuswandi
Hinca Pandjaitan
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat melaporkan kasus pemberitaan century ke Dewan Pers, Senin (17/8) (Igman/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Partai Demokrat akhirnya melaporkan kepada dewan pers soal tudingan pemberitaan media asing Asia Sentinel yang berjudul Indonesia's SBY Government: Vast Criminal Conspiracy. Seluruh kader partai Demokrat di penjuru tanah air mengaku marah dengan pemberitaan tersebut.

Semula, media pemberitaan Asia Sentinel yang diketahui berasal dari Hongkong itu mendadak viral di media sosial. John Berthelsen, penulis laporan pemberitaan tersebut, secara gamblang mengungkap aliran dana skandal Century yang ramai pada 2009 lalu.

Padahal, menurut Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan, kasus ini telah tutup buku sedari dulu. Kasus yang disebut ada praktik aliran dana 177 triliun itu telah membuat seluruh kader Demokrat marah.

"Gambaran ini bisa merasakan perasaan kami partai Demokrat yang punya anggota lebih dari 12 juta di seluruh Indonesia dan memang sudah sampai daerah dan di desa desa dalam tanda kutip marah terhadap media ini, di luar entah di mana dia tapi kemudian begitu saja masuk ke kita (Indonesia)," kata Hinca di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Senin (17/9).

Di sisi lain, Hinca pun menyayangkan pemberitaan media lokal yang ikut meramaikan berita yang tidak bertanggung jawab tersebut. Khususnya mengenai pemberitaan yang tidak melalui verifikasi dan akurasi kepada pihak Demokrat.

"Soalnya ini kasus hukum sudah selesai, politik sudah selesai, tapi di goreng lagi, kalau bisa tidak usah lah ini," kata

Karena itu, dia telah meminta dewan pers Indonesia untuk berkoordinasi dengan dewan pers Hongkong. Dengan begitu, dirinya dapat membuka masalah ini secara lebih terang.

"Karena itu kami mengajak dan memohon dewan pers bisa membantu dan mengkontak dewan pers hongkong, kami akan menghubungi KJRI kita untuk tahu, Demokrat tidak setengah-setengah menyelesaikan ini karena ini penting untuk diselesaikan ke depan, ini akan menjadi pelajaran bagi siapa saja," pungkasnya.

Selain telah mendesak dewan pers, Demokrat juga telah melakukan investigasi secara internal untuk mengungkap dalang di balik pemberitaan di media asing Asia Sentinel. Sebab, media online tersebut diketahui telah menutup websitenya.

Selain itu, media tersebut juga tidak mencantumkan kontak dan alamat resmi kantor pada websitenya tersebut. Penelusuran sementaranya, mereka melacak IP Adress media Asia Sentinel berada di Hong Kong.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up