Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Mei 2018 | 22.05 WIB

Arief: Twitter Jokowi Dikelola Orang Lain, Pantas Tulisannya Bagus

Melody, Ikha dan Acha saat berbagi kenangan bersama di JKT48, di kantor Jawa Pos, Jakarta, Jumat (9/3). - Image

Melody, Ikha dan Acha saat berbagi kenangan bersama di JKT48, di kantor Jawa Pos, Jakarta, Jumat (9/3).

‎JawaPos.com - Akun Twitter resmi milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba-tiba membuat heboh publik. Pasalnya, akun tersebut tiba-tiba membalas cuitan akun fanbase salah satu personel JKT48.


Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Arief Poyuono mengatakan, dari sini terungkap bahwa selama ini akun Twitter Jokowi tidak dikelola secara pribadi. Ada orang lain yang menjadi admin akun tersebut.


‎"Twitter adalah medsos pribadi yang harusnya dioperasikan oleh si pribadi yang pemilik akunnya sendiri," ujar Arief saat dihubungi, Kamis (17/5).


Oleh sebab itu, Arief menduga orang tersebut sengaja dibayar untuk mengelola akun resmi Presiden Jokowi. "Jadi selama ini akun Twitter Joko Widodo yang nulis admin bayaran kali ya. Pantes saja tulisannya bagus," katanya.


Arief menambahkan, dirinya sudah curiga sejak lama bahwa akun Twitter Presiden Jokowi dikelola oleh seorang admin yang dibayar. Dia menyebut, admin tersebut bisa saja dari konsultan media sosial Presiden.


"Dari dulu saya enggak yakin kalau tulisan-tulisan yang bagus, tertata rapi di akun twitter Jokowi itu yang nulis Joko Widodo sendiri," kata anak buah Prabowo Subianto itu.


Selain itu Arief juga menduga, followers Jokowi juga palsu semua. Dia curiga karena akun-akun tersebut selalu sama dalam me-retweet setiap tulisan yang diunggah oleh Jokowi.


"Saya curiga juga tuh jangan-jangan followernya palsu juga kali. Sebab yang respons dukungan setiap ada cuitan dari akun Joko Widodo itu-itu saja tuh. Jangan-jangan followernya banyak pakai program robot kali ya," katanya.


Dia menambahkan, masih beruntung admin akun Presiden membalas salah satu fanbase personel JKT48, bukan yang lainnya. Dia tak membayangkan, misalnya si admin membalas tulisan bernada SARA atau ancaman lainnya.


"Untuk cuma tentang JKT48 kalau cuitannya terkait unsur kebencian dan SARA atau ancaman bom, bisa ditangkap Joko Widodo tuh," tuturnya.


Oleh sebab itu, Arief menyarankan supaya Jokowi mengoperasikan Twitter itu secara pribadi.


Seperti diketahui, akun Presiden ke-7 RI itu pada Rabu sore kemarin tiba-tiba membalas cuitan akun Beby JKT 48 (@Bebyyers) dengan cuitan: "Wuooohh mantab! Jadi teringat deg2annya di momen Senbatsu Uza pekan lalu".


Cuitan itu muncul pukul 15.24 WIB. Tidak lama berselang, cuitan balasan dari akun @jokowi itu langsung dihapus.


Menyikapi hal itu, Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Bey Machmudin mengakui, sempat ada balasan cuitan dari akun resmi Kepala Negara. Namun admin tersebut langsung dibebastugaskan atau diberhentikan.


"Hal ini telah ditelusuri dan ditemukan permasalahan di salah satu admin pengelola. Yang bersangkutan kini sudah dibebastugaskan," kata Bey.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore