
Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa memberikan sambutan saat pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) V PPP di Jakarta, Sabtu (14/12). Mukernas V PPP akan berlangsung pada 14-15 Desember 2019 dengan agenda memastikan j
JawaPos.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadwalkan pelaksanaan Muktamar IX pada 2020 mendatang. Menjelang pesta demokrasi internal partai berlambang kakbah tersebut, kini muncul sejumlah figur kandidat ketua umum.
Hingga kini terdapat lima figur yang disebut-sebut bakal memperebutkan kursi nomor satu di PPP. Yakninya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa, Wakil Ketua MPR Arsul Sani, politikus senior PPP Akhmad Muqowam, Ketua Fraksi PPP Amir Uskara, dan anggota Wantimpres Mardiono.
Wasekjen PPP Achmad Baidowi menyampaikan, kandidat calon Ketum PPP harus memenuhi syarat AD/ART. Yaitu, harus pernah menjadi pengurus DPP satu periode. "Jadi, jenjang kaderisasinya jelas. Di luar itu, syarat umum lainnya harus beragama Islam, jujur, berintegrias memiliki kemampuan dan sebagainya," kata Baidowi di Sahid Jaya Hotel Jakarta, Minggu (15/12).
Baidowi menambahkan, nama yang bermunculan merupakan aspirasi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). "Khusus Pak Mardiono ini, karena ada ketentuan perundang-undangan yang melarang rangkap jabatan bagi anggota Wantimpres, apakah beliau tetap di Wantimpres atau maju menjadi ketum, ya tergantung beliau," ucap Baidowi.
Kendati PPP terpecah, Baidowi tidak mempermasalahkan hal tersebut. Dia memandang, sejauh ini mereka telah mengantongi Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham).
"Itu menunjukkan bahwa sesungguhnya sudah selesai, persoalan ada yang mengaku sebagai ketua umum itu biasa saja. Zaman dulu saja ada yang mengaku nabi palsu aja. Nabi aja ada yang ngaku palsu, apa lagi ketua umum. Yang penting PPP hanya satu yg diakui negara dan ikut pemilu," ucap Baidowi.
Baidowi pun menegaskan, sebagai pihak yang mengantongi SK Kemenkumham, maka yang berhak menggelar Muktamar IX ialah kubunya atau PPP hasil muktamar Pondok Gede.
"Muktamar dilakukan oleh DPP yang diakui negara. Persoalan ada teman-teman yang masih ada di seberang sana, ingin bergabung silahkan saja. Bergabung mengikuti aturan main yang ditetapkan organisasi PPP termasuk ketentuan AD/ART," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
