Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 November 2018 | 19.09 WIB

3 Kali Minta Maaf Ke Publik, Kapasitas Prabowo-Sandi Dipertanyakan

Paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno. - Image

Paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno.

JawaPos.com - Dalam dua bulan kampanye Pilpres 2019, pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah tiga kali meminta maaf ke publik. Penyebabnya lantaran kasus hoaks Ratna Sarumpaet, hingga minta maaf karena melangkahi makam tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Bisri Syamsuri‎.


Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mempertanyakan layakkah Prabowo-Sandi dipercaya sebagai pemimpin. Itu seiring seringnya mereka melakukan permohonan maaf ke publik.


"Apakah calon pemimpin yang selalu melakukan kesalahan dan terus-menerus minta maaf itu layak dipercaya?" ujar Ace kepada JawaPos.com, Rabu (14/11).


Menurut Ketua DPP Partai Golkar itu, melakukan permohonan maaf memang baik. Tapi dengan tiga kali Prabowo-Sandiaga memohon permintaan maaf, hal itu menjadi pertanyaan besar.


"Melakukan kesalahan satu kali patut dimafkan, kedua kali masih bisa ditoleransi, ketiga kali masih dapat dimaafkan. Tapi kalau sudah beberapa kali, apa layak dipercaya?" tegasnya.


Berikut adalah 3 peristiwa yang membuat Prabowo-Sandi meminta maaf ke publik: 


1. 3 Oktober 2018


Prabowo Subianto meminta maaf ikut menyuarakan kabar bohong penganiayaan yang dialami oleh aktivis perempuan Ratna Sarumpaet. Kala itu Ratna Sarumpaet mengaku luka lebam di wajahnya akibat penganiayaan oleh tiga orang pelaku di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.


Padahal luka lebam di wajah Ratna Sarumpeat didapat a‎kibat melakukan sedot lemak di bagian pipi kirinya di salah satu rumah sakit kecantikan di Jakarta.


"Saya atas nama pribadi dan pimpinan tim kami, saya minta maaf kepada publik bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya," kata Prabowo.


2. ‎7 November 2018


Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan penyebutan istilah 'Tampang Boyolali'


Permintaan maaf ini dilakukan jenderal berjuluk 08 ini ‎setelah sebelumnya dalam sebuah pidato menghina masyarakat Boyolali. Kala itu Prabowo mengatakan masyarakat Boyolali tidak akan bisa masuk ke hotel berbintang karena memiliki tampang bukan orang kaya.


"Ya maksud saya tidak negatif, tapi kalau ada yang merasa tersinggung ya saya minta maaf," ujar Prabowo.


3. 13 November 2018

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore