Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2020 | 06.38 WIB

Lukman Edy: Saya Dengar yang Bisa Setop Erick Thohir cuman Jokowi

Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy - Image

Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy

JawaPos.com - Ketua Dewan Pakar Indonesia Maju Institut (IMI) Lukman Edy mendukung langkah Menteri BUMN Erick Thohir konsisten melakukan pemangkasan struktur di kementeriannya. Karena gemuknya struktur menyebabkan pembiayaan tinggi.

Selain itu, kata mantan legislator dari fraksi PKB itu, bisa membuat birokrasi di tubuh BUMN makin rumit. Imbasnya bisnis menjadi kurang efisien.

"Menteri BUMN sedang menjalankan dua ajaran David Osborne, yakni Efisiensi dengan cara memangkas birokrasi, dan Transformasi dengan cara mewirausahakan birokrasi," ujar Lukman Edy dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Minggu (14/6).

Menurut Lukman Edy, gagasan dasar Osborne sesungguhnya adalah mencangkok manajemen bisnis profesional ke dalam tubuh birokrasi dan pemerintahan. Tubuh birokrasi yang selama ini cenderung gemuk dan malfungsi. Karena itu harus dirampingkan agar dapat berjalan secara efektif dan lincah.

"Sedangkan kebijakan yang diambil dengan pola penataan profesional diharapkan membawa transformasi visi pemerintahan menjadi lebih efisien dan produktif," paparnya.

Diketahui, semenjak dilantik menjadi Menteri BUMN, Erick Thohir (ET) tak pernah henti bergerak dan mencipta langkah strategis di tubuh kementriannya. Atas nama efisiensi dan efektifitas, ET memangkas empat jabatan deputi di kementeriannya yang di era Rini Soemarno diisi oleh tujuh orang, kini ia memangkasnya menjadi hanya tiga orang.

Selesai melakukan perampingan di tubuh kementrian, pada bulan April lalu, ET resmi memulai penutupan total 51 anak dan cucu di tiga perusahaan BUMN, yakni Garuda Indonesia, pertamina dan Telkom.

Dari Garuda Indonesia, 6 anak perusahaan ditutup, dari pertamina 25 anak usaha perusahaan akan ditutup dalam kurun waktu 2 tahun ini, dan dari Telkom ditargetkan tahun ini 20 anak perusahaan akan segera ditutup. Alasan yang dikemukakan ET adalah bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari rasionalisasi dan efisiensi perusahaan-perusahaan BUMN.

Menurut, Lukman Edy, sebagai seorang profesional, sebenarnya apa yang dilakukan oleh Erick Thohir tidaklah mengherankan. Sebab nalar bisnis efisiensi dan transformasi dipastikan akan mewarnai kebijakannya. Ibarat gerak tubuh, ia sudah menjadi seperti “gerak reflek” dari seorang profesional.

"Erick harus bisa menunjukkan integritasnya, dengan tidak terpengaruh berbagai tekanan internal maupun eksternal. Bukan tidak sedikit tekanan di internal BUMN yang merasa tidak nyaman dengan kebijakan Erick," ujarnya.

Lebih lanjut, Lukman juga mengaku, dirinya mendengar yang bisa mengerem langkah Erick Thohir dalam melakukan effisiensi dan transformasi di BUMN adalah hanya Presiden Jokowi.

"Oleh sebab itu jangan coba coba mengganggu konsentrasinya, pasti tidak diindahkannya, kecuali ada perintah langsung dari Presiden Jokowi," tegasnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=i645nNylxEk

https://www.youtube.com/watch?v=Ur2hyw9TxsE

https://www.youtube.com/watch?v=yLzjAEohRHk

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore