JawaPos Radar

Ribuan Mahasiswa Tuntut Jokowi Mundur, Prabowo: Harus Tenang dan Sejuk

13/09/2018, 09:13 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Prabowo Subianto
Ketua Umum DPP Gerindra meminta agar kalau ada aspirasi dari bawah pemerinta enggak usah takut. Harus tenang. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Permasalahan perekonomian bangsa Indonesia mulai menyedot perhatian masyarakat luas. Tak terkecuali dari kalangan mahasiswa. Itu tergambar dari aksi demonstrasi ribuan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) yang meminta Jokowi turun.

Menanggapi tuntutan mahasiswa tersebut, bakal calon presiden Prabowo Subianto mengatakan, pergantian kepemimpinan dinilainya harus sesuai mekanisme politik yang berlaku. Dia meminta seluruh mahasiswa juga ikut mentaati regulasi yang berlaku. 

"Kita punya saluran politik, sesuai konstutusi kita, lalu semua perubahan dan perbaikan sudah diatur dalam demokrasi dan berkonstitusi" kata Prabowo di Kediaman SBY, Jakarta, (12/9).

Lebih jauh, Prabowo juga meminta mahasiswa untuk tetap tenang dalam menghadapi situasi ekonomi bangsa. Meski demikian, dirinya melihat tuntutan mahasiswa merupakan bagian dari aspirasi bangsa yang harus dihargai. 

"Harus tenang, harus sejuk, Kita minta semua pihak berpikir jernih dalam menganggapinya. Kalau ada aspirasi dari bawah enggak usah ditakuti, biasa saja. Mahasiswa itu masa depan bangsa, mereka itu yang akan menggantikan kita semua," pungkasnya. 

Sebelumnya diketahui, Ribuan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) menggelar aksi demonstrasi di DPRD Riau, Senin (10/9) sore. Mereka menuntut, agar Presiden Joko Widodo untuk diturunkan dari jabatannya.

Mahasiswa yang mengenakan almamater berwarna biru tua ini, berdemonstrasi di gedung rakyat. Mereka datang dengan atribut berupa kain putih bertuliskan 'Turunkan Jokowi' yang ditulis dengan cat semprot warna merah.

Selain itu, mereka juga terlihat membawa boneka pocong dengan foto Jokowi sebagai simbolis. Tak hanya itu, mereka juga sempat melaksanakan sidang rakyat di gedung DPRD tersebut.

Koordinator Lapangan, Guntur Yurfandi mengatakan, ada tiga tuntutan yang mereka suarakan pada sore ini. "Pertama, stabilkan perekonomian bangsa. Kemudian selamatkan demokrasi Indonesia dan ketiga usut tuntas kasus korupsi PLTU Riau 1," ujarnya, Senin (10/9).

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up