
Capres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto. Timses Jokowi-Ma
JawaPos.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto terus saja melakukan kritik kebijakan ekonomi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Termasuk soal masifnya pembangunan infrastruktur.
Hal ini lantas menuai reaksi keras dari kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Direktur Milenial Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Bahlil Lahadalia mengatakan, bila pembangunan infrastruk dikritik, maka dirinya mempertanyakan nasionalisme dari Prabowo Subianto.
Pasalnya menurut pria asal Papua ini, selama ini pembangunan hanya terfokus pada pulau Jawa saja. Tidak tersentuh di Papua ataupun Maluku.
Baru era Presiden Jokowi yang melakukan hal tersebut."Kalau kemudian dipersoalkan tekor karena membangun infrastruktur saya justru mempertanyakan nasionalisme mereka. Infrastruktur ini dibangun di kawasan-kawasan yang selama ini belum bisa dituju secara masif seperti di Maluku, Papua," ujar Bahlil di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Jumat (12/10).
Bahkan menurut Bahlil, ketika dulu pembangunan hanya terpusat di pulau Jawa, masyarakat Papua tidak pernah ribut ataupun iri. Oleh sebab itu dia mempertanyakan kenapa orang-orang yang di Jakarta atau daerah lainnya malah ribut.
"Masa kalau Pak Jokowi bangun infrastruktur di Papua dengan menghabiskan dana negara sekian banyak kemudian orang ribut. Saya justru menanyakan nasionalisme kalian," katanya.
"Masa baru kali ini ketika ada presiden yang menderita di sana dan membangun infrastuktur dengan memakai dana utang kemudian orang disini ribut, aku malah bingung, apa jadinya? di mana bijaksananya?," tambahnya.
Pemerintah yang dalam pembangunan infrastruktur melakukan utang ke luar negeri menurut, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini sangatlah wajar.
Menurut Bahlil dalam dunia usaha, utang itu tidak diharamkan. Selama utang itu untuk melakukan ekspansi dan bisa meningkatkan produktivitas korporasi. Jadi itu tidak masalah.
"Apalagi dalam perspektif pengelolaan negara, utang itu bukan suatu yang haram, selama tidak menabrak undang-undang," pungkasnya.
Sebelumnya Prabowo Subianto mengatakan, infrastruktur memang sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Terutama ketika produksi dalam negeri sudah kuat.
Namun jika pada akhirnya infrastruktur tersebut membuat pasar dalam negeri dibanjiri produk asing, maka sama saja membuat daya saing Indonesia melemah.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
