JawaPos Radar | Iklan Jitu

Polemik Penundaan Kenaikan Premium

Dahnil: Jokowi Jangan Ulangi Kepemimpinan yang Miskin Perencanaan

12 Oktober 2018, 13:41:27 WIB | Editor: Kuswandi
Dahnil Anzar Simanjuntak
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasonional (BPN) Prabowo- Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak, saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu (Ridwan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Keputusan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) yang menunda kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium pada (10/10) lalu menuai kritik. Pertimbangan mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk menunda kenaikan lantaran daya beli masyarakat yang masih rendah.

Keputusan ini pun disoroti oleh Dahnil Anzar Simanjuntak selaku Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasonional (BPN) Prabowo- Sandiaga. Dia mengpresiasi landasan pemerintah yang mempertimbangkan daya beli masyarakat.

"Jangan sampai rakyat yang sudah sulit semakin sulit dengan kenaikan BBM tersebut," kata Dahnil melalui keterangan tertulisnya,Jumat (12/10/).

Ketua Umum PP Muhammadiyah ini juga berharap, di sisa masa jabatan Jokowi untuk tak lagi membuat kebijakan yang menyengsarakan masyarakat. Khususnya bagi kalangan kurang mampu.

Di sisi lain, Dahnil juga mengkritik kurangnya koordinasi antara Jokowi dengan sejumlah menterinya dalam mengambil kebijakan. Bahkan menurut Dahnil, bukan kali pertama ayah dari Kaesang Pangarep itu kerap kurang koordinasi dengan anak buahnya.

"Saya berharap Pak Jokowi sebagai presiden di waktu yang tersisa, tidak mengulangi terus menerus kepemimpinan yang miskin perencanaan dan koordinasi seperti yang beliau tunjukkan selama ini," ujarnya.

Kurangnya koordinasi, kata Dahnil, bakal menunjukkan di mata masyarakat buruknya koordinasi antara pimpinan dan lembaga di bawahnya.

"Dampaknya mempermalukan pemerintahan dan mengorbankan anak buah tanpa ada kata maaf sama sekali," jelasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up