
Surya Paloh saat pembukaan Kongres Nasdem II di Jiexpo, Jakarta, Jumat (8/11/19). Mengusung Tema Restorasi Untuk Indonesia Maju akan membicarakan sejumlah agenda penting. Misalnya, garis-garis besar haluan partai (GBHP). FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam pidatonya di pembukaan Kongres II menyinggung pertemuannya dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Menurut mantan politikus Golkar itu, saat ini banyak muncul intrik-intrik yang mengundang sinisme dan kecurigaan satu sama lain.
Surya menilai kondisi seperti ini tidak sehat dalam berbangsa dan bernegara. Karena ini bagian diskursus politik picik. "Hubungan rangkulan dan tali silahturahmi politik saja dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan," kata Surya.
"Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme satu sama lain, kecurigaan satu sama lain, ini bangsa model seperti apa?," imbuhnya.
Kondisi ini menurutnya, sudah bertentangan dengan sistem demokrasi liberal yang dianut Indonesia. Surya menganalogikan fenomena ini seperti seorang ingin melangkah maju, namun faktanya malah melangkah mundur.
Dia meminta agar hal-hal seperti ini bisa diselesaikan dengan musyawarah dan gotong royong. Serta tidak merasa diri lebih penting dari yang lainnya. Sebab, sinisme dan sikap saling curiga sangat bertentangan dengan Pancasila.
"Ngakunya partai nasionalis, partai pancasilais, ya buktikan saja. Rakyat yang membutuhkan pembuktian, partai mana yang paling menanamkan nilai-nilai Pancasila," kata Surya.
Dia menilai partai yang masih mengajak berkelahi satu sama lain, bukanlah parta yang menjunjung tinggi Pancasila. "Jika Nasdem mau dikenal sebagai partai yang pancasilais, maka bersikaplah rendah hati, rangkul teman, tawarkan pikiran-pikiran sama teman jangan musuhi teman," ucap Surya.
"Jangan karena partai tidak searah dengan jalannya lalu dia dianggap musuh. Itu bukan Indonesia sejati," pungkasnya.
Sebelumnya, Jokowi dalam pidato sambutannya di HUT Golkar sempat menyinggung pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman beberapa waktu lalu.
Jokowi sempat menggoda Surya yang terlihat seperti lebih bahagia setelah bertemu Sohibul. Candaan tersebut langsung disambut tawa dari hadirin yang datang pada acara tersebut.
"Bapak Surya Paloh yang kalau dilihat malam ini, beliau cerah dari biasanya, sehabis pertemuan beliau dengan Pak Sohibul Iman di PKS," ucap Jokowi yang disambut tawa hadirin.
"Wajahnya cerah, setelah beliau berdua berangkulan dengan Pak Sohibul Iman," sambung Jokowi yang kembali disambut riuh seisi ruangan.
Jokowi menyampaikan, tak tahu makna mendalam dari maksud pertemuan tersebut. Terlebih ada adegan saling merangkul oleh keduanya.
"Tidak pernah saya dirangkul oleh Bang Surya seerat dengan Pak Sohibul Iman. Tadi di holding saya tanyakan, ada apa? Tapi nanti jawabnya dilain waktu dijawab," imbuhnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
