alexametrics
KLB Partai Demokrat

Presidium PPI Sarankan Moeldoko Adopsi Model Kepengurusan Anas

6 Maret 2021, 05:05:43 WIB

JawaPos.com – Kisruh di internal partai Demokrat terus berlanjut. Tensi politik di parpol berlambang bintang mercy itu makin memanas, hingga Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang menuai bentrok antar pendukung pun digelar di The Hill Hotel & Resort, Sibolangit, Sumatera Utara, Jumat (5/3).

KLB yang menuai protes keras dari pendukung ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu pun menghasilkan keputusan memilih Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, sebagai Ketua Umum. Sedangkan politikus senior Demokrat, Marzuki Alie, ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pembina.

Kader Demokrat yang juga anggota Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Sri Mulyono, menyambut baik terpilihnya Moeldoko, sebagai langkah awal penyelamatan partai. Ia berharap Moeldoko membawa Demokrat kembali seperti dulu.

“Kita ingin Demokrat yang demokratis, yang memberikan peluang dan ruang bagi kader-kader terbaiknya untuk berpartisipasi dan berprestasi seoptimal mungkin. Jangan lagi Demokrat menjadi partai keluarga. Demokrat harus menjadi partai publik yang professional,” kata Sri Mulyono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/3)

Sri Mulyono juga menuturkan, akan ada setumpuk tugas berat sudah menanti Moeldoko. Terutama merapatkan kembali barisan yang sempat terpecah oleh kepemimpinan sebelumnya. Karena itu, ia berharap Moeldoko bisa merangkul para sesepuh partai yang dulu ikut berjuang membesarkan partai namun saat ini harus tersisih.

Baca Juga: Anak Muda Demokrat Sebut Jhoni Tinggal di Planet Mars

“Pak Moeldoko harus mengkonsolidasikan kembali orang-orang Demokrat yang sudah lama, para kader senior yang dulu berjuang kemudian ditinggalkan. Beliau harus silaturahim kepada para sesepuh dan pendiri partai. Juga tetap mengkonsolidasikan kader-kader muda,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya Sri Mulyono juga menyarankan Moeldoko untuk mengadopsi pembentukan pengurus di era ketua umum Anas Urbaningrum yang berbasis meritokrasi. “Jadi betul-betul dipilih orang yang bagus kemampuannya, potensinya, sehingga Demokrat menjadi partai hebat di masa depan,” ujarnya.

Namun loyalis Anas Urbaningrum itu juga mengingatkan, tantangan terdekat Moeldoko adalah memenangkan Demokrat dari sisi hukum, berupa pengakuan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Sehingga Demokrat memiliki legalitas yang kuat untuk mengikuti pemilu yang akan datang.

“Belajar dari pengalaman terdahulu, bisa dibilang kepengurusan Demokrat versi KLB punya peluang fifty-fifty untuk diakui pemerintah,” tegasnya.

“Peristiwa seperti ini kan sudah banyak terjadi. Dulu ada Gus Dur lawan Muhaimin, ternyata Muhaimin yang menang. Ada lagi di PPP antara Romi dan Djan Farid, Romi yang menang. Jadi itu semua tergantung kepada Menkum HAM. Kalau menurut saya pak Moeldoko akan menang, meski ada juga kemungkinan kalah,” pungkasnya.

Editor : Dimas Ryandi




Close Ads