Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 November 2020 | 12.37 WIB

Gus Jazil: Santri Memiliki Saham dalam Negara Ini

mpr ri - Image

mpr ri

JawaPos.com - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid meminta para santri untuk berani tampil ke pentas nasional. Salah satu caranya yakni dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Para santri adalah calon pemimpin di masa depan. Terlebih, para santri dahulu telah berbuat banyak untuk memerdekakan Indonesia. Kini saatnya para santri mengisi kemerdekaan dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Jazilul.

Jazilul mengungkapkan hal itu dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada para santri Pesantren Qamarul Huda Bagu, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa (3/11/2020). Hadir dalam sosialisasi kerjasama MPR dengan Lembaga Pemuda Nusantara, Tuan Guru Haji (TGH) Turmudzi Badruddin.


Menurut Gus Jazil, sapaan Jazilul Fawaid, kehadiran di Pondok Pesantren (Ponpes) Qamarul Huda Bagu mengingatkan dirinya kala menjadi santri.

"Dulu ketika saya masih menjadi santri tidak ada bayangan menjadi Wakil Ketua MPR. Sekarang saya bangga berada di sini, di depan para calon pemimpin bangsa," ucapnya.

Menurut Gus Jazil, dalam suasana mengisi kemerdekaan ini mencari ilmu mudah sekali, misalnya dengan browsing di internet atau tinggal mengetik di Google. Hal itu harus dilakukan juga oleh para santri, karena kalau membaca kitab kuning, akidah, para santri sudah mahir. Tapi ilmu pengetahuan dan teknologi harus juga dikuasai anak-anak pesantren.

"Dulu ada BJ Habibie dari keluarga santri bisa membuat pesawat terbang," tuturnya.

Lebih lanjut, Gus Jazil mempertanyakan generasi milenial sekarang yang belum bisa menyamai prestasi B.J. Habibie. Karena itu, untuk mengisi kemerdekaan ini para santri harus tampil ke depan.

"Tidak perlu minder. Biasanya anak-anak pesantren sering minder dan tidak percaya diri. Ingat negara ini ada berkat perjuangan para santri dan kiai. Jadi santri memiliki saham dalam negara ini," imbuhnya.

Gus Jazil berharap para santri Qamarul Huda memiliki semangat untuk mencari ilmu yang tinggi, rajin membaca, tidak menunda-nunda dan jangan berangan-angan panjang.

Terkait sosialisasi Empat Pilar, Gus Jazil mengungkapkan Empat Pilar merupakan komitmen kebangsaan agar Indonesia ini lestari. Untuk utuh dan lestari harus ditopang dengan Empat Pilar (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika).

"Di pesantren sudah diajarkan hubbul wathon minal iman, cinta kepada negara dan tanah air adalah bagian dari iman. Agama dan negara tidak dipertentangkan," jelasnya.

Hubbul wathon minal iman, lanjut Gus Jazil, adalah perjuangan murni pemikiran Nahdlatul Ulama. Ini menjadi pondasi bahwa negara ditopang oleh agama, dan agama ditopang oleh negara.

"Indonesia negara hebat. Agama bermacam-macam, beragam suku, tapi rakyatnya tentram dan tidak bertengkar apalagi menggunakan kekerasan. Ini merupakan salah satu kontribusi para alim ulama dan para kiai, khususnya umat Islam," katanya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore