
llustrasi Pemilu 2019.
JawaPos.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi betul-betul memfokuskan diri untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam pemilu 2019. Bahkan mereka tak segan melaporkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan interpol jika kecurangan itu tetap terjadi.
Menanggapi itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate menilai ucapan itu bentuk kepanikan, karena elektabilitasnya pasangan 02 tak kunjung naik. Sehingga, terus mencari celah supaya bisa mendongkrak ketertinggalan dari petahana.
"Saya kira manuver politik juga bagian dari kepanikan, karena tidak bisa menaikkan elektabilitas nya mulai mencari ruang," kata Johnny di Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/4).
Johnny menegaskan, di Indonesia sudah ada aturan main apabila terjadi kecurangan pemilu, yakni yang tertuang dalam undang-undang Nomor 7 Tahun 2017. Di situ jelas dituliskan penegakkan hukum bisa lewat Mahkamah Konstitusi (MK) hingga Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).
"Sengketa etikanya ada DKPP menyelesaikan sengketa, administrasi bisa diselesaikan di Bawaslu yang sudah diberikan kewenangan Yudisial. Sengketa perhitungan suara mutlak ada di Mahkamah Konstitusi, sengketa pidana Pemilu ada di Gakkumdu sudah diberikan Salurkan ke sana," sambungnya.
Atas dasar itu, Sekjen Partai Nasdem itu pun tak sepakat jika sengketa pemilu Indonesia dibawa hingga ke interpol. Mengingat di Indonesia memiliki aturannya sendiri yang telah disepakati bersama melalui undang-undang.
"Kalau sampai menggunakan saluran penyelesaian masalah sengketa pemilu di luar empat saluran itu, itu sama dengan melanggar hukum," ucapnya.
Sebelumnya, Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo tak ingin Pemilu Serentak 2019 terjadi kecurangan. Jika tetap terjadi, pihaknya akan menggugat ke lembaga berwenang di tingkat nasional maupun internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Mungkin gugatan ke Bareskrim, mungkin lapor Interpol, tergantung bagian hukum. Kami mau lapor ke international court of justice, human rights, kami lapor ke Geneva, human rights kami lapor PBB, ke semua pihak," kata Hashim di Hotel Ayana Midplaza Jakarta, Senin (1/4).

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
