
Rekapitulasi Surat Suara Pemilu 2019 Tingkat Kecamatan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Tingkat kedewasaan bangsa Indonesia dalam berdemokrasi terus meningkat. Ini terlihat dari partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 yang mengalami kenaikan pesat dibanding Pemilu 2014. Selain itu, mayoritas para pemilih dari kedua kubu, baik dari pihak Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo- Sandiaga sepakat menunggu hasil resmi KPU.
Profesor Kajian Politik Universitas Melbourne Vedi Hafiz pun memberikan komentar terhadap proses demokrasi di Indonesia. Dia menilai pemilihan umum 2019 menunjukkan aspirasi kelompok-kelompok pinggiran telah terakomodasi ke atas pentas politik arus utama. Menurutnya, fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga menguat di negara-negara Barat seperti AS dan Australia.
"Diskursus kelompok pinggiran ini telah menyatu dengan wacana arus utama, lalu diadopsi oleh pemain politik utama dan bahkan disuarakan ulang oleh mereka," kata Prof Vedi, di Jakarta, Rabu (2/5).
Menurut Vedi, pilpres kali ini hendaknya dipotret secara wajar. Dia tak sepakat jika Pilpres telah membagi masyarakat dalam dua kutub ideologi yang ekstrem.
"Memotret Pilpres ini sebagai pertarungan antara kekuatan Islam dan keagamaan non Islam tidak tepat," kata pria yang kini menjabat Asisten Rektor Universitas Melbourne di bidang internasional.
Pandangan Vedi diamini juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Meutya Hafid. Menurutnya pemilu telah berjalan demokratis dan dinamis. Adanya perbedaan pandangan selama proses pemilu dinilai merupakan hal yang wajar.
Hal yang terpenting, kata Meutya, pemilu telah berlangsung aman, lancar, damai, dan sangat demokratis.
"Kami mengapresiasi antusiasme sekaligus kedewasaan masyarakat dalam menjalani proses demokrasi. Hasil survei Litbang Kompas terkini menunjukkan sebanyak 92,5 persen responden menerima apabila pilihannya kalah. Ini menunjukkan tingkat kedewasaan demokrasi di Indonesia yang cukup tinggi," puji Meutya.
Hasil survei itu juga menunjukkan sebanyak 2,6 persen mendukung pasangan capres mengajukan gugatan ke MK dan hanya 0,6 persen melakukan demonstrasi.
Kedewasaan masyarakat pun terlihat dari kesiapan untuk menerima hasil pemilu. Survei menunjukkan sebanyak 95 persen akan mendukung pemerintah selanjutnya, walaupun pasangan capres pilihannya kalah, dan hanya 3,2 persen tidak mendukung.
Sebanyak 58,6 persen menyatakan akan menyambung kembali silaturahmi dengan orang yang sempat bermusuhan karena berbeda pilihan, dan 38,1 persen tidak akan melakukan apapun.
"Ini menunjukkan konsolidasi kualitas demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan sangat baik. Sikap dewasa ini harus pula menjadi semangat di tataran elite," kata Meutya

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
