
Wakil Ketua Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon mengklaim pihaknya telah menghadirkan lebih dari satu juta orang pada kampanye akbar kali ini. Pekan depan, giliran paslon Jokowi-Ma
JawaPos.com - Niat Presiden Joko Widodo memindahkan Ibu Kota ke luar pulau Jawa hanya pengalihan isu belaka. Itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.
"Wacana itu (pemindahan ibu kota) isapan jempol belaka. Pengalihan isu dan tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini. Ini hanya panas-panas tahi ayam aja," kata Fadli di acara hari buruh internasional di Istora Senayan, Rabu (1/5).
Karena itu, Fadli enggan menanggapi lebih lanjut cecaran pertanyaan dari awak media soal keputusan Jokowi untuk memindahkan ibu kota ke luar Jawa. Dia bahkan kembali menegaskan keputusan pemerintah itu tidak dipikirkan dalam-dalam.
"Enggak usah dibicarakan, karena itu hanya isapan jempol. Dulu kan begitu, ngomong (pindah ibu kota) lalu ilang begitu aja," pungkasnya.
Terpisah, mantan menteri koordinator kemaritiman, Rizal Ramli juga enggan menanggapi lebih jauh keputusan Jokowi untuk memindahkan Ibu Kota. Dia hanya bilang, masyarakat tidak butuh Ibu Kota baru.
"Rakyat itu bukan perlu ibu kota baru, tapi perlu presiden baru," pungkasnya.
Terpisah, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ahmad Rofiq menyatakan bahwa pemindahan Ibu Kota merupakan keputusan yang sangat strategis untuk mendorong tata kelola negara yang cepat dan bersih. Meski akan mengeluarkan biaya yang besar, pihaknya meyakini pertumbuhan bisnis akan lebih cepat dengan ibu kota baru.
"Kebijakan Presiden Joko Widodo memindahkan ibu kota adalah rencana yang genuine dan strategis," kata Ahmad Rofiq, Rabu (1/5).
Dia lantas mencontohkan negara-negara yang juga pernah melakukan pemisahan Ibu Kota dengan pusat bisnis. Sebagai contoh, Amerika Serikat (AS) dengan Ibu Kotanya di Washington DC dan kegiatan bisnisnya di kota New York.
"Pemisahan ini akan menciptakan iklim bisnis sehat, jauh dari kongkalikong, jauh dari budaya suap dan jauh dari persekongkolan. Tata kelola negara yang lebih cepat mengarah kepada clear goverment dan good governance," terangnya.
Sementara itu, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Arya Sinulingga meminta Fadli Zon untuk membaca lagi sejarah mengenai wacana pemindahan ibu kota. Dia bilang, wacana itu sejatinya pernah dibahas hampir seluruh presiden yang memimpin di Indonesia.
"Baik Soekarno, Pak Harto, Pak SBY juga ada kajian mengenai pemidahan ibu kota dan sangat wajar. Seharusnya Fadli sebagai wakil ketua DPR paham. Tolong dong, jangan bepikiran negatif untuk pemindahan ibu kota," pungkasnya.
Seperti diketahui, dalam rapat terbatas di Kantor Presiden Senin (29/4) siang, Presiden memutuskan untuk memindah Ibu kota ke luar Jawa. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi Jakarta yang dinilai tidak ideal untuk kota masa depan.
Selain kemacetan, daya dukung lingkungannya juga rendah. Mulai dari banjir, polusi air dan udara, hingga penurunan permukaan tanah.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
