
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko namanya menjadi salah satu calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo di Pilpres 2019.
JawaPos.com - Setelah hasil Kongres Luar Biasa (KLB) ditolak pengesahannya oleh pemerintah, Moeldoko dan Jhoni Allen Marbun disarankan untuk berhenti berupaya mengambil alih Partai Demokrat yang sah.
“Melihat pengakuan Pak Moeldoko yang merasa terpanggil untuk menyelamatkan bangsa dan negara, sebaiknya beliau dengan dukungan JAM, Nazarudin, Darmizal dll, membentuk saja partai politik untuk bertarung pada Pemilu 2024 nanti, mumpung masih ada waktu tiga tahun lagi,” ujar Pangi Syarwi Chaniago, analis politik yang juga Direktur Eksekutif VoxPol Center Research and Consulting dalam keterangannya, Kamis (1/4).
Pangi melanjutkan, Moeldoko punya sumber daya yang besar, lalu ada Nazarudin walaupun baru selesai menjalani masa hukuman. Kemudian ada Jhoni Allen Marbun, Marzuki Ali, Darmizal, pasti bisa membantu membuka jaringan di daerah-
daerah.
"Apalagi di situ juga ada politisi-politisi lintas partai seperti Ilal Ferhard dari Partai Gerindra, Max Sopacua dari Partai Emas, Razman Nasution yang sempat berkiprah di PKB,” kata Pangi menyarankan.
Baca Juga: Bom di Katedral Makassar, JK: Kita Tidak Toleransi Segala Bentuk Teror
Karena itu, dengan pengumuman Kemenkumham tersebut serta pernyataa Menkopolhukam bahwa kisruh Partai Demokrat secara hukum sudah selesai, sebaiknya, Moeldoko dan kawan-kawan berhenti bertarung melawan Ketum Demokrat yang sah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Walaupun kesannya Jenderal Purnawirawan kalah dari Mayor Purnawirawan, tapi telan saja pil pahit ini, dan move on. Jangan pertaruhkan reputasi semata-mata demi gengsi” saran Pangi lebih lanjut.
Secara politik, kata Pangi, sebenarnya, kehendak dan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah jelas dalam kisruh ini. Keputusan Kemenkumham selain menegaskan bahwa pemerintah memang memegang janji untuk menegakkan hukum yang berlaku, tapi juga bisa dibaca sebagai isyarat politik bahwa Presiden Jokowi tidak berkenan dengan manuver Moeldoko
ini.
"Sebagai orang Solo, Presiden Jokowi tidak selalu mengungkapkan secara eksplisit apa yang beliau mau, tapi sebagai orang Jawa, Pak Moeldoko harusnya bisa menangkap isyarat ini. Jika tidak, Pak Moeldoko bisa dipersepsikan bukan lagi sebagai aset, tapi juga beban politik Pak Jokowi,” pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
