Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Mei 2021 | 16.44 WIB

Dirjen GTK Siap Cetak Kunci Pemimpin Pendidikan Lewat Guru Penggerak

Guru mengajar secara daring sekaligus tatap muka kepada murid SDIT Nurul Amal, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Senin (16/11/2020). Proses belajar mengajar secara tatap muka ini merupakan uji coba dengan menggunakan pembatasan jumlah murid dan wakt - Image

Guru mengajar secara daring sekaligus tatap muka kepada murid SDIT Nurul Amal, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Senin (16/11/2020). Proses belajar mengajar secara tatap muka ini merupakan uji coba dengan menggunakan pembatasan jumlah murid dan wakt

JawaPos.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) lewat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) sedang menjalanlan program Guru Penggerak. Kunci utama program ini adalah guru sejatinya harus menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril menjelaskan, guru harus mampu mengimplementasikan pembelajaran yang memerdekakan dengan memihak kepada murid. Serta mampu menjadi teladan bagi guru-guru lainnya.

“Guru Penggerak itu adalah program kepemimpinan, calon-calon pemimpin kita. Kita ingin dari lulusan program ini nanti akan menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah, instruktur pelatihan guru kita,” tutur Iwan dalam keterangannya, Minggu (30/5).

Baca Juga: Sebanyak 2.800 Peserta Ikuti Program Guru Penggerak Angkatan Kedua

Filosofi 'coach' juga merupakan salah satu pemikiran yang nantinya akan digunakan dalam pembelajaran sesama guru di program Guru Penggerak. Dengan filosofi ini, guru akan mampu berbagai ilmu tanpa harus malu.

Kata dia, dengan filosofi ini pula, guru diharapkan dapat saling memotivasi satu sama lain. Iwan pun mengingatkan bahwa orientasi utama setiap pendidik dan semua pemangku kebijakan di dunia pendidikan adalah murid.

“Menurut Ki Hajar Dewantara, setiap pendidik itu harus bebas dari segala ikatan, dengan kesucian hati mendekati sang anak, tidak untuk meminta suatu hak, namun untuk berhamba pada sang anak. Maksud dari (pernyataan) ini adalah semua orientasinya adalah kepada sang anak,” jelas Iwan.

Adapun, manfaat yang paling berharga untuk diambil para peserta dengan mengikuti program Guru Penggerak, yaitu mendapat kesempatan untuk menjadi agen perubahan. “Hal yang menjadi reward paling berharga adalah saat melihat anak murid kita bisa berubah, ini uang pun tidak akan bisa beli, inilah yang diharapkan dari Guru Penggerak,” lanjutnya.

Untuk cara bergabung dalam program Guru Penggerak dapat dilihat pada laman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore