Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Januari 2021 | 21.17 WIB

Survei Kemendikbud, 20 Persen Siswa Kehilangan Kompetensi Belajar

Guru memberikan materi  mata pelajaran olahraga secara daring di sebuah kelas kosong di SDN Pondok Cabe Udik 01, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (8/1/2021). Rencana kegiatan belajar tatap muka pada awal Januari di wilayah Tangerang Selatan dibatalkan k - Image

Guru memberikan materi mata pelajaran olahraga secara daring di sebuah kelas kosong di SDN Pondok Cabe Udik 01, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (8/1/2021). Rencana kegiatan belajar tatap muka pada awal Januari di wilayah Tangerang Selatan dibatalkan k

JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melaksanakan survei ke sejumlah sekolah. Tujuannya untuk mengetahui potensi learning loss atau kehilangan kompetensi belajar siswa akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Terdapat 20 persen sekolah secara nasional menyatakan sebagian siswa tidak memenuhi kompetensi. 20 persen inilah yang diduga mengalami learning loss," ujar Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbangbuk) Kemendikbud, Totok Suprayitno dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X DPR RI secara daring, Kamis (21/1).

Artinya, 80 persen siswa masih mampu mencapai hasil belajar mereka di tengah pandemi. Namun bukan berarti angka 80 persen itu akan terus bertahan. Apalagi, mengingat PJJ masih akan terus berlangsung. Jadi, pihaknya melihat bahwa potensi learning loss itu akan tetap ada, bahkan bisa saja bertambah.

Baca Juga Diantarkan Para Senior dan Juniornya, Listyo: Ini Bukti Polri Solid


"Tanda-tanda itu mulai nampak, walaupun survei ini baru hasil analisas guru berdasarkan hasil diagnostiknya," tambah Totok.

Oleh karenanya, dia meminta guru untuk terus berinovasi. Seperti memberikan pembelajaran yang kreatif agar mampu diserap siswa. "Adaptasi oleh guru harus lebih luas," tegas dia.

Berbagai kemudahan yang diberikan, para guru bisa memanfaatkan kurikulum darurat. Guru bisa menciptakan pembelajaran dengan konsep yang merdeka dan menghadirkan pembelajaran yang esensial.

"Dengan variasi mengajar dari kurikulum darurat dengan konsep merdeka belajar tentu tiddak menjadi kerangkeng. Tapi menjadi kerangka untuk pembelajaran yang bervariasi," tutup Totok.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore