Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juni 2021 | 23.14 WIB

Pagu Kemendikbudristek 2022 Turun Rp 8,5 T, Nadiem Minta Tambah

Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim  saat rapat bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2021).  Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim mengatakan seluruh sekolah harus menerapkan belajar tatap muka terbatas. Dia mengatakan tempat- - Image

Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim saat rapat bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2021). Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim mengatakan seluruh sekolah harus menerapkan belajar tatap muka terbatas. Dia mengatakan tempat-

JawaPos.com - Pagu anggaran Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk 2021 tercatat sebesar Rp 81,5 triliun. Akan tetapi pada tahun 2022 mendatang, pagu indikatif sebesar Rp 73 triliun, atau turun Rp 8,5 triliun.

"Keprihatinan kita menyangkut anggaran pendidikan yang mengalami penurunan yang cukup signifikan untuk tahun anggaran 2022," jelas Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda dalam Rapat Kerja dengan Mendikbudristek secara daring, Selasa (15/6).

Pagu indikatif sebesar Rp 73 triliun ini pun ia khawatirkan akan membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mengalami kendala. Sebab, pengurangan anggaran ini tentu akan berpengaruh pada pelaksanaan program tahun mendatang.

"Dari berbagai analisa dari hitungan yang kami bikin ada resiko RPJMN kita tidak terpenuhi karena ada pengurangan anggaran pada tahun 2022 ini," ujarnya.

Oleh karenanya, pihaknya bersama Kemendikbudristek pun mengusulkan akan adanya penambahan alokasi anggaran. Adapun tambahan tersebut sebesar Rp 20,16 trilun, sehingga total usulan pagu indikatif 2022 dapat mencapai Rp 93,24 triliun. "Kami sedang berjuang anggaran di sektor pendidikan ini jadi komitmen bersama agar tercapai apa yang kita rencanakan," imbuhnya.

Mendikbudristek Nadiem Makarim sendiri pun juga berharap anggaran dunia pendidikan dapat meningkat untuk tahun 2022. Hal itu guna mendukung program yang akan berjalan di tahun depan. "Karena tanpa itu terus terang hampir banyak program kita enggak akan berjalan tahun depan," sebutnya.

Menurut Nadiem, jika tak melebihi Rp 81,5 triliun, maka pihaknya pun bersiap untuk skenario terburuk. Dia akan melakukan realokasi anggaran agar program pendidikan tak menjadi korban. "Kita harus melakukan realokasi yang cukup masif untu memastikan program prioritas kita tidak terkorbankan," tutur dia. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore