Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 November 2020 | 05.09 WIB

Nadiem Berharap Penerima Beasiswa LPDP Pulang dengan Inovasi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim  saat pertemuan konsolidasi dengan tujuh menteri dan sembilan kepala lembaga di bawah lingkup koordinasi Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (31/10/2019). Adapun konsolidasi tersebut membahas percepatan pencapaian - Image

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat pertemuan konsolidasi dengan tujuh menteri dan sembilan kepala lembaga di bawah lingkup koordinasi Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (31/10/2019). Adapun konsolidasi tersebut membahas percepatan pencapaian

JawaPos.com - 1.659 orang dari berbagai wilayah di Indonesia terpilih sebagai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Di mana Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri pun telah memberikan mandat agar mereka bisa menjadi duta untuk mempromosikan Indonesia.

Begitu juga dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang berharap, mereka dapat membawa nama baik Indonesia ke kancah internasional dan kembali ke Tanah Air dengan bangga.

"Suatu kebanggaan dan suatu amanah yang saya harapkan lagi akan lebih banyak lagi lulusan-lulusan LPDP kita keluar (sekolah), tapi akhirnya juga kembali ke Indonesia untuk berkarya dan mendukung kemajuan SDM unggul Indonesia," ujar Nadiem dalam webinar Studium Generale 2020: Rekacipta Generasi Muda Menuju Indonesia Emas, Senin (2/11).

Menurut Nadiem, pengalaman adalah guru paling berharga, maka dari itu langkah belajar ke luar negeri merupakan suatu hal yang bagus. Namun, dia juga mengingatkan agar mereka tidak seperti kacang yang melupakan kulitnya.


Mereka bisa kembali dengan membawa berbagai inovasi untuk diterapkan dan membuat Indonesia semakin berkembang. Dia pun mencontohkan dirinya yang merupakan lulusan Harvard Business School dan kembali untuk membangun startup decacorn, yaitu Gojek.

"Sangat penting buat saya bahwa walaupun mencari pengalaman dan mencari pendidikan di luar negeri. Harapannya nantinya kembali ke tanah air. Seperti saya dulu. Berkiprah ke luar negeri tapi langsung kembali untuk bisa mengembangkan negara ini," ungkap dia.

Jika menghubungkan antara pendidikan dan masa depan, menurut dia ini merupakan hal sulit karena masa depan merupakan ketidakpastian. Akan terus terjadi perubahan di dunia ini, namun yang pasti masyarakat Indonesia harus mencintai belajar atau cepat beradaptasi.

Artinya, lanjut, apa yang kita pelajari di hari ini, ada kemungkinan tidak akan relevan lagi di masa depan. Karena itu yang lebih penting yang kita pelajari di masa sekarang adalah yang pertama belajar mencintai belajar, itu yang pertama, karena kita akan ditutup terus seumur hidup untuk belajar ulang lagi, belajar ulang lagi, belajar domain baru lagi.

"Ada disrupsi lagi. kita belajar sesuatu yang baru lagi. Jadinya cinta akan belajar, punya mindset continuous learning seumur hidup. Itu luar biasa pentingnya," pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore