Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Oktober 2020 | 18.18 WIB

Sudah Daftar Kuota Gratis, tapi Guru di 14 Provinsi Ini Belum Dapat

Ilustrasi: ADIT/JAWA POS - Image

Ilustrasi: ADIT/JAWA POS

JawaPos.com–Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengungkapkan, terdapat 14 provinsi yang belum mendapatkan transfer kuota internet Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk guru dan siswa. Padahal, mereka sudah mengisi nomor handphone mereka di daftar pokok pendidikan (Dapodik).

Sebagaimana diketahui, bantuan kuota siswa untuk guru sebesar 42 GB dan 35 GB untuk siswa. Pemberian dilakuakn untuk September melalui dua tahap yang berakhir pada 30 September.

”Data di atas berdasar laporan dari guru-guru P2G yang mengajar di sekolah-sekolah negeri dan swasta mulai SD–SMA/SMK. Guru khawatir tidak dapat bantuan kuota internet sebagaimana janji Mas Mendikbud, padahal pengeluaran kuota guru dan orang tua siswa selama ini sangat besar,” ungkap Satriwan Salim dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Kamis (1/10).

Satriwan Salim yang juga merupakan guru SMA swasta di Jakarta pun belum kunjung mendapatkan pemberitahuan sebagai penerima bantuan kuota internet. Dia memperkirakan, ada penyaringan terlebih dahulu dalam verifikasi dan validasi (verval) nomor handphone.

”Belum kunjung masuknya kuota internet Kemdikbud ke gawai guru dan siswa, mungkin saja karena pendaftaran (verval) yang baru berakhir 25 September. Saya sendiri baru ikut verfal sekitar 24 September,” ujar Satriwan Salim.

Berikut daftar daerah yang belum mendapatkan kuota gratis, antara lain:


  1. Aceh


Kabupaten Kepulauan Simeuleu, guru dari SMA negeri, sebagian siswa dan guru sudah dapat, sebagian besar belum.

  1. Sumatera Utara (Sumut)


Kota Medan, guru sebagian belum sebagian sudah.

  1. Sumatera Barat (Sumbar)


Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar, guru dan siswa SD negeri, belum menerima.

  1. Kalimantan Timur (Kaltim)


Kabupaten Berau, untuk guru dan siswa SMK belum dapat.

Kabupaten Kutai Kertanegara, guru dan siswa SMK belum mendapatkan kuota.

  1. Sulawesi Utara (Sulut)


Kabupaten Kepulauan Sangihe, sebagian besar guru dan siswa sudah. Sebagian kecil belum.

  1. Sulawesi Tenggara (Sultra)


Kabupaten Konawe Selatan, guru-guru SD belum mendapatkan termasuk siswa.

  1. Kepulauan Riau (Kepri)


Kabupaten Bintan, SDN LB guru dan siswa belum dapat.

Kota Batam, SMP negeri sebagian besar sudah, sebagian kecil belum.

  1. Papua


Kabupaten Mimika, guru SMK sebagian besar sudah, sebagian kecil belum.

  1. Nusa Tenggara Timur (NTT)


Kabupaten Ende, guru SMK negeri sebagian besar sudah, sebagian kecil belum.

  1. Bangka Belitung


Kabupaten Belitung, SMP semua guru sudah, tapi siswa sebagian belum.

  1. Jawa Timur (Jatim)


Kabupaten Bojonegoro, sebagian besar SMP sudah dapat, tapi masih ada yg belum dapat siswa dan guru.

Kabupaten Pacitan, sebagian besar SMA sudah, sebagian belum.

Kota Blitar, guru SMP negeri sebagian besar belum, tapi sebagian sudah dapat.

  1. Jawa Barat (Jabar)


Kabupaten Bogor, guru SMA negeri belum dapat, sedangkan sebagian besar siswa sudah.

Kabupaten Garut, sebagian besar guru dan siswa sudah.

Kota Bekasi, guru-guru sekolah swasta sebagian besar belum.

  1. Banten


Kabuaten Pandeglang, sebagian besar siswa dan guru sudah. Tapi masih ada di tiap sekolah yang belum dapat.

  1. DKI Jakarta


DKI Jakarta sekolah negeri umumnya sudah dapat, tapi sekolah swasta belum sepenuhnya. Kemudian bagi nomor gawai siswa dan guru yang pascabayar sepenuhnya belum.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=zTJ-NHnCYBE

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore