
Sudirman Said (kanan) yang didapuk sebagai penasihat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membeberkan empat skenario paslon yang diusung koalisi Gerindra-PKS-PAN, Kamis (12/7).
JawaPos.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berkukuh ingin kadernya dipinang sebagai cawapres di Pilpres 2019. Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring mengatakan, PKS akan mengusung Prabowo Subianto sebagai capres jika cawapresnya berasal dari partai berlambang bulan sabit kembar. Dia mengklaim, hal itu sudah menjadi kesepakatan antara PKS dan Partai Gerindra.
"Jadi, sesuai kesepakatan awal dengan Gerindra, kami tetap masih mencalonkan Pak Prabowo berpasangan dengan cawapres PKS. Itu nggak bisa ditawar-tawar," ujar Tifatul, Selasa (10/7).
Tifatul menyebut di Pilpres 2019 mendatang, PKS tidak ingin menjadi partai penggembira saja. Sehingga dia menegaskan lebih baik berpisah dengan Gerindra apabila cawapresnya bukan dari PKS.
"Kami nggak mau jadi penggembira saja di Pilpres ini," katanya.
Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyuono mengaku tidak yakin pernyataan Tifatul Sembiring merupakan sikap dari PKS. "Karena PKS itu yang mengambil keputusan bukan Tifatul sendiri, tapi kolektif. Pasti yang lain punya pandangan berbeda," katanya.
Bahkan Arief juga mengaku yakin PKS tidak akan meninggalkan Gerindra di Pilpres ini. Sebab, dalam politik, segala sesuatunya bisa dikomunikasikan.
Lebih lanjut Arief mengatakan, kalau pun yang diambil sebagai cawapres adalah Anies Baswedan, maka itu sama saja mengakomodasi kepentingan PKS. Sebab, kata Arief, Gubernur DKI Jakarta itu juga merupakan perwakilan dari PKS.
"Misalnya kami mengusung Prabowo-Anies, kan Anies ini menjadi representasinya PKS. Sama seperti di Jakarta, yang merepresentasikan PKS kan Anies," tuturnya.
Sementara PAN yang juga siap bekerja sama dengan Gerindra tidak yakin PKS bakal 'cabut' meninggalkan Prabowo di Pilpres 2019. Sehingga dia menilai ungkapan Tifatul bukan merupakan sikap resmi dari PKS.
"Saya belum yakin apakah itu pernyataan tersebut sebagai pernyataaan resmi partai atau sendiri," ujar Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno.
Eddy juga berharap PKS dapat menerima apabila nantinya cawapres bukan dari kader internalnya. Sebab, keputusan yang diambil pastilah yang terbaik bagi semua pihak.
"Seluruh tokoh politik tentu diperlukan kearifan untuk membuka diri terhadap berbagai opsi dan alternatif pilihan," katanya.
Usai drama ancaman hengkang dari koalisi pada Rabu (11/7), PKS melunak. Mereka kini menerima cawapres Prabowo bukan dari internal partainya.
Penasihat Ketua Umum Partai Gerindra, Sudirman Said mengatakan, saat ini PKS sudah setuju kemungkinan besar cawapres Prabowo Subianto bukan dari internal PKS.
"Iya (nama Anies menguat) sebagai cawapres. Semua juga menyebut (namanya), termasuk PKS," ujar Sudirman Said.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
